Trans Semarang Siapkan Pembayaran Full Non Tunai 2027, Bus Listrik Jadi Proyek Percontohan

Trans Semarang Siapkan Pembayaran Full Non Tunai 2027, Bus Listrik Jadi Proyek Percontohan

Trans Semarang siapkan pembayaran full non tunai mulai 2027. Bus listrik Koridor I Mangkang-Penggaron menjadi proyek percontohan mulai Oktober 2026.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id — Sistem pembayaran layanan Trans Semarang bakal mengalami perubahan besar. Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang menyiapkan penerapan pembayaran full non tunai mulai 2027 untuk mengurangi potensi kebocoran retribusi sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan.

Kebijakan tersebut akan diawali dengan uji coba pada bus listrik Koridor I rute Terminal Mangkang-Penggaron mulai Oktober 2026. Koridor ini dipilih karena termasuk salah satu jalur dengan jumlah penumpang yang cukup tinggi.

Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan transaksi tunai masih memiliki sejumlah kerawanan, termasuk potensi kebocoran dan kesalahan dalam proses pelayanan.

BACA JUGA:Diduga Keracunan MBG di Purworejo Makin Meluas, 351 Warga Terdampak Tersebar di 6 Desa

BACA JUGA:351 Warga Terdampak Dugaan Keracunan MBG Purworejo, DPR Minta Audit SPPG

Bus Listrik Koridor I Jadi Tahap Awal

Haris menjelaskan penerapan pembayaran non tunai pada bus listrik Koridor I menjadi tahap awal sebelum sistem tersebut diberlakukan secara lebih luas pada 2027.

“Dengan metode non tunai ini, kita bisa meminimalisasi serta mengurangi potensi kecurangan maupun human error oleh petugas di lapangan,” kata Haris, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, penerapan sistem baru tersebut tidak langsung dilakukan secara menyeluruh. Masa uji coba sekaligus dimanfaatkan untuk mengenalkan mekanisme pembayaran digital kepada masyarakat.

“Koridor I cukup ramai penumpang. Meskipun full non tunai, kebijakan ini masih dalam taraf uji coba agar masyarakat mulai terbiasa,” ujarnya.

Lansia Bakal Dibantu Petugas

Peralihan dari pembayaran tunai menuju non tunai menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi penumpang yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Karena itu, BLU Trans Semarang menyiapkan sosialisasi dan pendampingan selama masa transisi. Penumpang lanjut usia (lansia) nantinya dapat memperoleh bantuan dari petugas yang dibekali kartu pembayaran atau tap cash.

“Kita nanti sosialisasi dulu, mungkin bagi lansia akan kita bantu dengan petugas yang dibekali tap cash,” jelas Haris.

Langkah tersebut dilakukan agar perubahan sistem pembayaran tidak mengurangi akses masyarakat terhadap layanan transportasi umum.

Halte Koridor I Ikut Dibenahi

Selain sistem pembayaran, fasilitas pendukung perjalanan juga disiapkan untuk menyesuaikan penggunaan bus listrik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait