Nelayan Hilang di Pati Belum Ditemukan, Gelombang Tinggi Hambat Pencarian
KEGIATAN - Memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu (19/9/2026), Haryanto (46), nelayan asal Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. - dok.istimewa ---
PATI, diswayjateng.id — Memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu (19/9/2026), Haryanto (46), nelayan asal Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten PATI, Jawa Tengah, belum juga ditemukan. Nasib nahas menimpa Haryanto setelah ia terseret arus saat berupaya menolong temannya yang terjatuh di perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan, Rabu (16/9/2026).
Tim SAR gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati, Pos Basarnas Rembang, serta masyarakat nelayan setempat masih terus menyisir kawasan perairan utara Jawa tersebut. Namun, gelombang tinggi dan angin kencang kerap menjadi tembok penghalang dalam upaya pencarian.
BACA JUGA: SPPG Kudus Perketat Aturan Makanan Bergizi, Dapur Hingga Jam Kerja Berubah!
BACA JUGA: Viral Video Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak di Bawah Umur di Grobogan, Warganet Geram!
Tragedi ini bermula ketika Haryanto berangkat melaut bersama Moin (60) dan rombongan nelayan lainnya pada Rabu pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, untuk menjaring ikan dero. Naas, saat tebar jaring dilakukan, kaki Moin tersangkut hingga ia terlempar ke laut.
Melihat rekannya terombang-ambing, Haryanto spontan melompat untuk mengulurkan pertolongan. Naas, derasnya arus justru menggulung keduanya. Moin belakangan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara tubuh Haryanto hilang ditelan samudera.
Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mewakili Kapolresta Pati menyatakan, radius pencarian telah diperluas hingga mencakup muara Juwana, perairan Juwana-Kertomulyo di Kecamatan Trangkil, hingga perairan Margotuwu di Kecamatan Tayu.
“Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan. Penyisiran kami perluas berdasarkan analisis arah arus dan kondisi perairan,” kata Hendrik.
Berdasarkan permodelan pergerakan arus laut, tim memperkirakan tubuh korban terbawa arus dari arah timur menuju ke barat. Kendati demikian, faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Jumat sore akibat memburuknya cuaca laut.
BACA JUGA: Tutup Jalan Pati-Juwana Dini Hari, Pohon Trembesi 1,2 Meter Dievakuasi Polisi
BACA JUGA: MTQ Nasional XXXI Hadirkan Cabang Tartil Alquran Isyarat bagi Peserta Tuli
“Apabila kondisi cuaca dan gelombang membahayakan, pencarian harus dihentikan sementara dan akan dilanjutkan ketika kondisi memungkinkan,” ujar Hendrik menegaskan.
Operasi SAR kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi ini dengan menyisir beberapa titik koordinat yang diprediksi menjadi jalur lintasan arus. Seiring dengan peristiwa ini, aparat imbau para nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca BMKG dan melengkapi diri dengan alat keselamatan standar saat berlayar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



