Stok Darah Berubah Setiap Hari, PMI Semarang Tekankan Pentingnya Informasi Akurat
PMI Kota Semarang meminta media memperkuat edukasi masyarakat tentang stok darah yang terus berubah setiap hari dengan mengutamakan data terbaru dan akurat.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
KENDAL, diswayjateng.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang meminta peran media diperkuat dalam menyampaikan informasi kemanusiaan kepada masyarakat, terutama terkait ketersediaan stok darah yang bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap hari.
Informasi mengenai stok darah PMI Semarang dinilai perlu disampaikan berdasarkan data terbaru agar masyarakat tidak keliru memahami kondisi persediaan darah. Penyampaian informasi yang akurat juga dianggap penting untuk mendukung masyarakat ketika membutuhkan layanan donor maupun darah.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Media Gathering PMI Kota Semarang yang digelar di Promas Green Village, Nglimut, Gonoharjo, Limbangan, Kabupaten Kendal. Dalam kegiatan itu, media didorong untuk ikut memperluas edukasi mengenai layanan PMI, donor darah, kesiapsiagaan bencana hingga berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Database kami terus diperbarui setiap hari. Media bisa membantu mengedukasi masyarakat berdasarkan data yang benar,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Anggota, dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto.
BACA JUGA:Festival Kuliner Kecap Cap Kakap Dorong UMKM Lokal dan Perkuat Ekosistem Ekonomi Semarang
BACA JUGA:Pemkab Rembang Tahan Hibah Rp13 M: Masjid Telanjur Dibongkar Warga, PDIP-PPP Mengamuk!
Stok Darah PMI Semarang Terus Bergerak
Perubahan jumlah persediaan darah disebut sebagai kondisi yang wajar karena kebutuhan dan ketersediaan darah terus bergerak. Karena itu, informasi yang diberikan kepada publik diharapkan tidak hanya mengacu pada informasi lama, tetapi menggunakan data yang valid dan terbaru.
Wiwit menjelaskan, informasi berbasis data tidak hanya diperlukan untuk kepentingan pemberitaan. Informasi tersebut juga menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan karena dapat membantu masyarakat memahami kondisi layanan PMI secara lebih tepat.
“Kalau ada yang kurang dalam menyampaikan pesan melalui media, berikan saran dan masukan. Kami sangat terbuka dan berterima kasih,” ujar Wiwit.
Menurut dia, kemitraan PMI Kota Semarang dengan insan pers perlu terus dibangun secara terbuka dan berkelanjutan. Kritik serta masukan dari media dinilai dapat digunakan untuk memperbaiki pola komunikasi PMI kepada masyarakat.
Media Diminta Bantu Lawan Informasi Tidak Akurat
Penyebaran informasi yang tidak sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi perhatian PMI Kota Semarang. Media dan PMI diharapkan dapat bersama-sama mencegah munculnya informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Informasi keliru mengenai layanan kemanusiaan, termasuk kondisi stok darah, dinilai dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan. Karena itu, pemberitaan mengenai layanan PMI diharapkan tetap mengutamakan fakta, keseimbangan informasi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Hal-hal yang negatif mari kita sama-sama perangi untuk kemajuan PMI,” tandas Wiwit.
Bulan Dana PMI Perkuat Kepedulian Kelompok Rentan
Edukasi kemanusiaan juga dikaitkan dengan pelaksanaan Bulan Dana PMI Kota Semarang tahun ini. Perhatian dalam program tersebut diarahkan kepada kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

