Buru 1.790 Kasus Baru, Dinkes Blora Temukan 881 Warga Positif TBC
Upaya memburu kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Blora terus dikebut. - dok.istimewa ---
Blora, diswayjateng.id – Upaya memburu kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Blora terus dikebut. Hingga saat ini, sebanyak 881 orang telah terdeteksi positif TBC dari 6.678 warga yang menjalani pemeriksaan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora pun terus memperluas penemuan kasus secara aktif. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penderita TBC dapat segera menjalani pengobatan dan mencegah penularan di masyarakat.
BACA JUGA: Leher Siswa SMP di Kebumen Diduga Dijerat Tali Rafia, Ditarik hingga Terjatuh dan Sulit Bernapas
BACA JUGA: Buka Gebyar Prasiaga Gembira 2026, Bunda PAUD Kota Tegal Tekankan Penguatan Karakter Sejak Dini
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Blora Anton Suwoto mengatakan, dari total 881 pasien yang terdeteksi positif, sebanyak 874 orang telah dapat menjalani pengobatan selama enam bulan. Sementara itu, tujuh pasien lainnya diketahui tidak mengonsumsi obat secara teratur.
”Kalau obat tidak dikonsumsi secara teratur, dikhawatirkan menjadi resisten. Ketika sudah resisten, pengobatannya lebih lama dan dosis obatnya lebih berat,” ujarnya.
Menurut Anton, penanganan TBC tidak berhenti pada proses pemeriksaan dan penemuan kasus. Penderita harus mendapatkan pengobatan hingga dinyatakan sembuh.
Karena itu, Dinkes Blora terus mengintensifkan penemuan kasus secara aktif di berbagai wilayah.
Mulai Juli hingga November, pemeriksaan akan dilakukan di 89 lokus melalui program Active Case Finding (ACF) TBC. Kegiatan tersebut juga akan dikombinasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dalam setiap lokus, petugas menargetkan sedikitnya 100 orang yang berpotensi terindikasi TBC untuk menjalani pemeriksaan. Salah satu sasaran utama adalah keluarga penderita TBC.
"Mereka memiliki intensitas komunikasi dan kontak yang tinggi dengan pasien,"
Tahun ini, Dinkes Blora menargetkan penemuan 1.790 kasus TBC baru. Hingga saat ini, capaian penemuan kasus telah mencapai sekitar 49 persen dari target.
Sementara itu, capaian penemuan warga yang diduga atau terduga TBC telah mencapai 76 persen.
"Percepatan penemuan dan pengobatan diperlukan untuk mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030,"
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




