Gelar Sidak Proyek Sekolah, DPRD Rembang Endus Gelagat Monopoli Konsultan!
Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah dasar (SD). - diswayjateng/ezra ---
REMBANG, diswayjateng.id - Komisi IV DPRD Kabupaten REMBANG menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah dasar (SD). Sidak ini dilakukan menyusul mencuatnya isu panas intervensi proyek rehabilitasi ruang kelas (Revit).
Hasilnya, legislator menemukan sejumlah persoalan di lapangan. Mulai dari material rusak yang nekat dipasang hingga indikasi monopoli konsultan proyek.
Anggota Komisi IV DPRD Rembang, Puji Santosa mengatakan lokasi pertama yang disasar adalah SDN Tasiksono Lasem. Di sana, ia menyayangkan adanya kusen jendela yang sudah keropos namun tetap dipertahankan.
BACA JUGA: Teladani Akhlak Rasulullah, SMK Peristek Pangkah Tegal Gelar Peringatan Maulid Nabi dengan Khidmat
BACA JUGA: Capaian Realisasi PBB-P2 Kabupaten Tegal Tembus 70.74 Persen
"Kita sidak di SDN Tasiksono yang pertama tadi kita melihat bahwa kondisi jendela keropos, rusak kayunya tapi tetap dipertahankan dipasang. Kita menyayangkan dan kita minta untuk diganti," kata Puji kepada wartawan, Senin 31 Agustus 2026.
Meski begitu, Puji memuji kualitas campuran material bangunan di lokasi tersebut. Menurutnya, pihak sekolah menggunakan pasir berkualitas tinggi.
"Untuk campurannya pasir, semen Alhamdulillah bagus. Pasirnya ya minimal menggunakan pasir yang kandungan besinya banyak dari Muntilan maupun Lumajang. Kita sudah cek di lokasi bagus, tidak ada pasir yang wadek atau mengandung lumpur," jelasnya.
Setelah dari SDN Tasiksono, rombongan Komisi IV bergeser ke SDN Sendangasri. Di lokasi kedua ini, proyek fisik terpantau baru memasuki tahap pembongkaran awal.
"Kita baru cek memang kondisinya baru bongkar-bongkar saja. Struktur sloofnya tadi kita belum melihat apakah itu nanti ada galiannya atau tidak. Nanti kita akan cek lagi, kita menghendaki nanti kualitasnya menjadi baik," imbuhnya.
Bicara Isu Fee Proyek
Puji juga merespons isu miring mengenai adanya setoran atau fee proyek yang sempat berembus. Dari hasil konfirmasi langsung ke pihak sekolah, isu tersebut dipastikan tidak benar.
"Sampai sejauh ini kita komunikasi ke dua kepala sekolah ternyata tidak ada. Saya juga mewanti-wanti jangan sampai ada fee proyek atau orang yang mengaku-mengaku membawa usulan ini," tegasnya.
Ia menerangkan bahwa proyek Revit ini murni berdasarkan data resmi, bukan titipan oknum tertentu. Proyek ini bersifat swakelola yang harus dikerjakan secara transparan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: