Berpotensi Lakalantas, Warga Desak Perlintasan KA Untuk Diaspal
Kondisi perlintasan kereta api di Gambiran Sragen yang dinilai membahayakan pengguna jalan. (Dok Warga)--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id
SRAGEN, diswayjateng.id - Proyek pemeliharaan Perlintasan sebidang jalur kereta api di Gambiran, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, menuai keluhan warga dan pengguna jalan. Proyek pemeliharaan di lokasi tersebut dinilai tidak tuntas dan dibiarkan terbengkalai tanpa ada tanda-tanda penyelesaian selama sepekan terakhir.
Akibat pengerjaan yang belum tuntas, permukaan jalan di sekitar rel tidak langsung ditutup aspal, melainkan dibiarkan berupa batuan dan kerikil lepas (ballast bantalan kereta). Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
"Jika tidak hati-hati, pijakan batu di rel bisa membahayakan dan tentu tidak nyaman untuk berkendara," ujar salah seorang warga yang sering melintas, Agung.
Tono mengungkapkan, perlintasan Gambiran merupakan jalur vital yang setiap hari dipadati anak sekolah dan buruh pabrik. Selain itu, keberadaan lampu lalu lintas di dekat jalur tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan jika perbaikan tak kunjung rampung.
BACA JUGA: Polres Kebumen Ungkap 4 Kasus Obat Keras Ilegal, 1.237 Pil Disita
BACA JUGA: Diduga Gegara Senter, Rumah Warga Limpung Batang Terbakar
Ia berharap pihak terkait segera mengebut perbaikan hingga kondisi jalan kembali normal. "Ini untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur kereta api aktif tersebut," ucap dia.
Menanggapi keluhan masyarakat, Lurah Sine, Gilang Akbar Dahana, membenarkan bahwa pekerjaan pemeliharaan tersebut sudah berlangsung lebih dari sepekan. Menurutnya, pengerjaan tampaknya dilakukan secara berurutan di sepanjang jalur perlintasan.
"Soal keluhan memang banyak disampaikan warga karena itu jalur aktif. Kami berharap jalan segera dinormalkan kembali karena sangat berbahaya dan tergolong jalur ramai," kata Gilang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




