Dari Kudus ke Pelosok Indonesia, Mendikdasmen Lepas Pengiriman 5,5 Juta Buku SD dan SMP

Dari Kudus ke Pelosok Indonesia, Mendikdasmen Lepas Pengiriman 5,5 Juta Buku SD dan SMP

Mendikdasmen Abdul Mu’ti melepas pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan ke pelosok Indonesia.--

KUDUS, diswayjateng.id - Jutaan tumpukan kardus kardus berisi buku yang diangkut armada truk box, mulai meninggalkan Kabupaten Kudus Jawa Tengah menuju berbagai penjuru Indonesia di penghujung bulan Juli 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, melepas pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu ke pelosok Indonesia.

Beragam buku bacaan itu didistribusikan ke 18.444 SD dan 6.165 SMP di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi. Di dalam kardus itu bukan hanya berisi lembaran-lembaran bacaan saja. Melainkan juga harapan, agar semakin banyak anak memiliki kesempatan bertemu buku yang menarik, mudah dipahami dan mampu menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini.

Perjalanan jutaan buku ini menjadi penanda bahwa pemerataan akses bacaan terus diupayakan. Sebab ketika buku lebih mudah dijangkau, kesempatan anak-anak Indonesia untuk belajar, bermimpi dan membangun masa depan yang lebih baik pun semakin terbuka.


Mendikdasmen Abdul Muti memprioritaskan sekolah penerima buku bacaan di bawah kompetensi minimum literasi. --

Program prioritas Kemendikdasmen ini, menjadi upaya berkelanjutan memperluas akses bacaan berkualitas. Selain itu, memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pendidikan bermutu untuk semua.

"Selamat atas capaian yang membanggakan, Pelepasan 5 Juta Buku untuk SD dan SMP untuk meningkatkan literasi anak-anak," ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti di halaman Pusaka Raya Kudus, Jumat (31/7/2026). 

BACA JUGA:UIN Sunan Kudus Kerahkan 2.274 Mahasiswa Tanam Pohon, Gaungkan Ekoteologi hingga Pelosok Desa

BACA JUGA:Kemendikdasmen Akan Undang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta terkait Revitalisasi Kelas yang Roboh

Dalam membangun generasi yang unggul di berbagai bidang, pihak Kemendikdasmen menempuh tiga langkah. Pertama, menumbuhkan kebiasaan membaca (book engagement). Kedua, membangun kecakapan membaca. Ketiga, menjaga ketercukupan bahan bacaan bermutu. 

Sekolah penerima buku-buku ini, kata Abdul Muti, diprioritaskan adalah mereka yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi. 

"Serta belum memperoleh bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, buku hadir di sekolah yang paling membutuhkan dukungan penguatan literasi, " terang Muti. 

Buku yang dikirim terdiri atas buku bergambar untuk jenjang SD, serta komik dan novelet untuk SMP. Ragam bacaan ini, diharapkan membuat aktivitas membaca menjadi pengalaman yang dekat dengan keseharian anak. Serta mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca.

BACA JUGA:Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Sekolah Catat Sekitar 690 Laporan Keluhan

BACA JUGA:Fadli Zon Dukung Seni Ukir Jepara Warisan Budaya Takbenda Unesco, Buku TATAH Dikenalkan Publik

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait