Anti Diam! DP3AP2KB Batang Ajak Gen Z Lawan Bullying Lewat Peer Education
Kepala DP3AP2KB Batang Joko Prasetijo-Disway Jateng/ Bakti Buwono -
BATANG, diswayjateng.id – Masuk sekolah baru sering memicu rasa canggung. Tak sedikit siswa memilih diam ketika menjadi korban bullying.
Karena itu, DP3AP2KB Batang menghadirkan pendekatan berbeda selama MPLS 2026. Siswa diajak saling menjaga melalui program pendidik sebaya atau peer education.
"Kami ingin sekolah menjadi lingkungan ramah anak. Siswa baru harus cepat beradaptasi," kata Kepala DP3AP2KB Batang, Joko Prasetijo, Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Joko, teman sebaya sering menjadi tempat curhat paling nyaman. Kondisi itu dimanfaatkan untuk membangun budaya saling peduli di lingkungan sekolah.
BACA JUGA: Lelang KPBU APJ Batang Diikuti 22 Peserta, Proyek Smart City Rp143,8 Miliar Masuk Tahap Aanwizjing
BACA JUGA: Sedekah Laut Roban Barat, Simbol Harmoni Nelayan - BPI di Batang
Program tersebut tidak hanya mengenalkan aturan sekolah. Siswa juga belajar berani berbicara ketika mengalami tekanan.
Bullying menjadi salah satu perhatian utama selama MPLS 2026. DP3AP2KB Batang menilai banyak korban memilih memendam masalah.
Akibatnya, perundungan terus berulang tanpa diketahui guru maupun orang tua. Kondisi itu dapat memengaruhi kesehatan mental remaja.
Karena itu, DP3AP2KB Batang mengembangkan pendidik sebaya. Program tersebut melibatkan siswa sebagai pendamping teman seusianya.
BACA JUGA: Bupati Batang jadi Pendongeng di TK Pembina, Challenge Anak Baca 52 Buku
BACA JUGA: MPLS SMPN 1 Batang, Diawali Seragam Gratis hingga Mitigasi Bencana
Melalui pendekatan itu, siswa bisa bercerita tanpa rasa sungkan. Hubungan yang setara membuat komunikasi lebih terbuka.
Joko mengatakan program tersebut belum tersedia di seluruh sekolah. Namun, pengembangannya terus dilakukan secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



