HUT disway jateng

Budi Santosa: Pengelolaan Sampah di Kabupaten Pemalang sudah Maksimal

Budi Santosa: Pengelolaan Sampah di Kabupaten Pemalang sudah Maksimal

Budi Santosa SHut, MM, Kabid pengelolaan sampah DLH Kabupaten Pemalang--

PEMALANG, diswayjateng.id - Pengelolaan sampah diKabupaten Pemalang sudah dimaksimalkan, demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Pemalang Drs Ahmadi melalui Budi Santosa SHut MM, Kabid pengelolaan sampah saat di temui awak media di ruang kerjanya. Jumat, 10 juli 2026.

Budi Santosa menyampaikan terkait dengan pengolahan sampah Pemerintah Kabupaten Pemalang sudah kita maksimalkan, baik itu yang ada di hulu yaitu RT / RW sampai ujungnya dihilir yaitu tempat pengumpulan akhir sampah(TPAS) ini bisa terselesaikan.

"DLH sudah membuat program terkait pengelolaan sampah, yaitu ada dua tentang pengurangan dan penanganan, untuk pengurangan harapannya sekarang ini ada dipemilahan yang kita mulai dari hulunya berarti di tingkat rumah tangga," ucapnya.

Disini dilakukan pemilahan sampah anorganik dan organik sampai dengan satuan rumah tangga(RT) dan Rukun Warga (RW) hingga di tingkat kelurahan.

BACA JUGA:Kenal dari Media Sosial, Pemuda 22 Tahun Mantap Nikahi Janda 50 Tahun di Nikah Massal Pemalang

BACA JUGA:Bocah 7 Tahun Hilang di Sungai Comal Pemalang Belum Ditemukan, Tim Gabungan Sisir 3 Kilometer

Menurutnya sampah akan kita tempatkan ke TPS untuk sampah anorganik yang ada diwilayah kelurahan itu terkumpul di Bank Mandiri sampah.

dan sisanya itu betul-betul residu yang akan dibawa ke DLH setelah itu diangkut di Tempat pembuangan sampah pertama (TPSP).

"Kedepan itu untuk pengelolaan sampah pengurangan murninya ada di tingkat hulu dan nantinya kalau sudah sampai di Hilir itu benar-benar residu", imbuhnya.

Saya berharap kepada pelaku usaha, perijinan dan satuan pendidikan itu sudah mulai memilah sampah dari sekarang, karena sampah yang paling banyak itu anorganiknya yang dikumpulkan di tingkat TPS.

Penangan sampah di tingkat rumah tangga tidak seperti di sekolah, rumah sakit, perhotelan atau yang lainnya, dimana sampah organiknya bisa diselesaikan di situ, namun akan kita bawa sampah organiknya saja itupun kalau ada bank sampahnya.

BACA JUGA:KPK Ungkap Area Rawan Korupsi di Hadapan DPRD dan Pemkab Pemalang

BACA JUGA:Pelajar Curi Motor di Rumah Kos Pecangakan Pemalang

Sampah anorganik berupa plastik-plastik yang kebanyakan dari rumah tangga, dan yang berasal dari sisa makanan dan dedaunan berupa sayuran itu mendominasi biasanya 70% anorganik dan 30% organik itu sudah bagus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait