HUT disway jateng

Dinkes Kabupaten Tegal Dekatkan Akses Pelayanan Kesehatan

Dinkes Kabupaten Tegal Dekatkan Akses Pelayanan Kesehatan

JEMPUT BOLA – Plt Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan terobosan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. -Hermas Purwadi/Radar Slawi-

SLAWI, diswayjateng– Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berbagai program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kini digencarkan, dengan salah satu inovasi unggulan berupa “Kurma Mase” (Kunjungan Rumah Masyarakat Sehat).  

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, Edy Sucipto SKM, M.Si, menjelaskan bahwa program Kurma Mase merupakan bentuk pelayanan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga.

“Secara umum program kesehatan di Kabupaten Tegal terbagi menjadi dua kelompok, yakni pelayanan kesehatan bagi masyarakat sehat dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sakit,” ujarnya, Kamis (9/7).  

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Bekali Kebijakan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin

Untuk masyarakat sehat, Dinkes menyediakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Kurma Mase. Sedangkan bagi masyarakat yang sakit, tersedia layanan berobat gratis di puskesmas, program JKN/PBI Pemda, program Dokter Spesialis Keliling (Speling), serta penanganan gizi buruk sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting.  

BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Mentoring Sukseskan Giat Spesialis Keliling

Program Kurma Mase menjadi strategi penting dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat rumah tangga, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan kesehatan berkala.

Petugas kesehatan bersama kader melakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk memberikan layanan pemeriksaan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan, pelacakan kontak tuberkulosis (TB), penyuluhan kesehatan, hingga layanan lain sesuai kebutuhan.  

Edy menegaskan, perbedaan mendasar antara Kurma Mase dan CKG terletak pada mekanisme pelaksanaannya. Pada CKG, masyarakat datang ke lokasi pelayanan, sedangkan pada Kurma Mase petugas kesehatan yang mendatangi masyarakat.

“Dengan pola jemput bola ini, pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses dan diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait