BPD Tegalrejo Grobogan Sebut Tambang Galian C yang Didemo Warga Merusak Lingkungan

BPD Tegalrejo Grobogan Sebut Tambang Galian C yang Didemo Warga Merusak Lingkungan

Emak-emak dari Desa Tegalrejo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan membawa spanduk bertuliskan penolakan tambang galian C di wilayah setempat, Rabu (1 Juli 2026). (Istimewa)--

GROBOGAN, diswayjateng.id - Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tegalrejo Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Kasim Ahmad Syahid (78) menyampaikan, tambang galian C yang didemo warga desanya telah merusak lingkungan dan kelestarian alam sekitar. 

"Apalagi, lokasi tambang berdekatan dengan sumber mata air sebagai urat nadi kehidupan warga Desa Tegalrejo," tandasnya.

Kasim menyebut, demo tersebut murni gerakan bersama untuk menolak keras tambang yang menghancurkan alam dan kehidupan. Ia menegaskan, bahwa sejak dua bulan beroperasi, tambang itu mengubah bentang perbukitannya menjadi rusak.

"Padahal, dulunya adem ijo royo-royo," imbuhnya.

BACA JUGA: Detik-Detik Pencurian Sepeda Motor di Kawasan Pasar Tlogomulyo Grobogan Terekam CCTV

BACA JUGA: Kejari Grobogan Sebut Para Korban Kasus SMS Blast e-Tilang Palsu Alami Kerugian Mencapai Rp 16 Miliar

Menurut Kasim, pengerukan tambang dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat merusak aliran air bawah tanah yang memicu penurunan debit hingga pencemaran mata air. Bahkan hilirisasi debu rutinitas tambang juga merusak paru-paru bagi masyarakat sekitar.

"Ini sangat bahaya bagi kelangsungan hidup kami. Sebagai orang desa, kami hanya ingin hidup damai dengan alam untuk keberlanjutan anak cucu kami," tegasnya.

Kasim menambahkan, selama ini tidak pernah ditemui ada aktivitas tambang resmi di Desa Tegalrejo, menyusul sebagian besar wilayahnya termasuk Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang dilindungi. Karena itu, lanjutnya, warga dibuat "geleng kepala" dengan terbitnya izin penambangan batuan di Desa Tegalrejo. Terlebih, tanpa adanya sosialisasi serta persetujuan warga.

"Mayoritas warga heran serta marah, kenapa ada penerbitan izin tambang? Apalagi kami semuanya tidak pernah dilibatkan, tiba-tiba muncul tambang," tegasnya.

BACA JUGA: Keluarga Korban Kebakaran di Hongkong asal Grobogan Dapat Santunan Kematian Sebesar Rp 32 Juta

BACA JUGA: Dua Remaja Dibekuk Polisi atas Dugaan Kepemilikan dan Penguasaan Senjata Tajam Jenis Corbek

Mewakili warga, Kasim pun menuntut supaya tambang batuan gamping milik CV Selo Makmur Tegalrejo tersebut segera ditutup permanen.

"Solusinya ya ditutup permanen, meski ada izin resmi. Kajian lingkungannya itu bagaimana? Apa karena kami ini orang kecil terus bisa dikadali? Tolong Pak Presiden Prabowo maupun Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, kami meminta tambang di Desa Tegalrejo itu ditutup selamanya," tegas tokoh masyarakat ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait