Pelajar Kota Tegal Manfaatkan AI untuk Kampanyekan Stop Bullying dan Hoaks

Pelajar Kota Tegal Manfaatkan AI untuk Kampanyekan Stop Bullying dan Hoaks

JUARA - Pelajar Kota Tegal juara lomba Konten Kreatif Poster AI dan Video AI yang diselenggarakan Polres Tegal Kota. Manfaatkan AI, pelajar kampanyekan stop bullying dan hoaks di Kota Tegal.-MEIWAN DANI RISTANTO/RADAR TEGAL-

TEGAL, diswayjateng.id - Langkah solutif dan sarat kreativitas ditunjukkan oleh generasi muda di pesisir Pantura. Alih-alih terjerumus dalam tren negatif, para pelajar di Kota Tegal kini mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak sebagai media edukasi, salah satunya untuk menggencarkan kampanye stop bullying dan hoaks Kota Tegal.

Aksi simpatik ini dituangkan melalui Lomba Konten Kreatif Poster AI dan Video AI yang diinisiasi oleh Polres Tegal Kota dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. 

Lewat sentuhan teknologi masa kini, isu-isu sensitif seputar remaja coba dibedah dan dicarikan jalan keluarnya melalui pendekatan visual yang kekinian.

Salah seorang peserta dari SMKN 1 Tegal, Khardany Al Fajar, mengungkapkan bahwa keresahannya terhadap kondisi lingkungan sekitar menjadi pemantik utama dalam menciptakan karya digital ini.

BACA JUGA:No More Bullying! Dinkes Batang Bakal Spill Cara Jaga Mental Health di MPLS 2026

BACA JUGA:Dokter RSUD Kalisari Ungkap Kasus Bullying di Batang, Dua Korban Dirawat Akibat Depresi

"Kami ingin mengedukasi teman-teman, khususnya Gen Z. AI bukan hanya untuk berkarya, tetapi juga bisa menjadi media menyampaikan pesan positif agar pelajar bersama-sama mencegah bullying, tawuran, dan kenakalan remaja," ujar Khardany.

Saring Sebelum Sharing Jadi Kunci Bijak Bermedsos

Tak hanya soal perundungan dan aksi tawuran yang kerap meresahkan warga Jawa Tengah, persoalan literasi digital juga menjadi sorotan tajam para siswa. Kecepatan arus informasi di media sosial dinilai perlu diimbangi dengan kedewasaan berpikir agar tidak memicu konflik horizontal.

M. Refa Hafidz, peserta asal SMK YPT Tegal, ikut membagikan sudut pandangnya. Melalui karya yang ia rakit, Refa mengajak masyarakat luas untuk lebih jeli dan tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang beredar di dunia maya.

"Pastikan informasi benar sebelum dibagikan. Saring sebelum sharing," tegas Refa mengingatkan pentingnya verifikasi data.

BACA JUGA:Putri Kebaya Jateng 2025 Jadi Korban Bullying di Sekolah Berbuntut Somasi

BACA JUGA:Penguatan Pendidikan Karakter, Polres Tegal Nobar Film “Cyberbullying”

Langkah preventif dan edukatif ini pun mendapat respons positif dari pihak sekolah. Ruang berekspresi seperti ini dinilai sangat efektif untuk mengalihkan energi berlebih para remaja ke arah yang jauh lebih produktif dan humanis.

Guru pendamping SMA Negeri 1 Tegal, Cholisoh, mengapresiasi penuh inisiatif dari Polres Tegal Kota. Menurutnya, pemanfaatan teknologi berbasis AI ini mampu membangun rasa empati dan kepedulian sosial yang mulai mengikis di kalangan generasi muda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait