Stok Melimpah, Sragen Jadi Penyumbang Beras se Solo Raya di Gudang Bulog
Sejumlah pekerja di gudang Bulog Masaran. (mukhtarulhafidh/diswayjateng.id)--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id
SRAGEN, diswayjateng.id - Ketersediaan beras yang tersimpan di Gudang Bulog Duyungan SRAGEN diketahui mencapai 92.000 ton. Jumlah stok tersebut diperkirakan mencukupi hingga akhir tahun 2026 dan menjadi stok terbesar di Soloraya.
Hal ini diketahui saat Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto melakukan pengecekan penyerapan langsung di Gudang Perum Bulog Kompleks Pergudangan Duyungan, Sragen.
BACA JUGA: Warga Sragen Mulai Teriak Minyak Goreng Berbau. Tenggorokan Terasa Gatal
BACA JUGA: Detik-Detik Pencurian Sepeda Motor di Kawasan Pasar Tlogomulyo Grobogan Terekam CCTV
"Stok ini sangat mencukupi sampai akhir tahun, bahkan sampai awal 2027,” ujar Nanang di sela meninjau gudang Bulog Duyungan.
Secara keseluruhan, wilayah Soloraya telah menyerap gabah/beras petani sebanyak 78,7 persen atau sekitar 79 persen dari target 93.000 ton. Realisasinya sudah 73.000 ton, sehingga masih ada target 20.000 ton lagi untuk tahun 2026.
Kabupaten Sragen, menurut Nanang, menjadi penyumbang terbesar di wilayah Surakarta. Dari target 38.500 ton, serapan di Sragen telah mencapai 111 persen atau 38.500 ton. Kontribusinya sekitar 30 persen dari total target Soloraya.
“Untuk Sragen, penyerapan paling besar dari target kami 38.500 ton untuk 2026. Secara persentase sudah 111 persen,” kata Nanang.
Kabupaten lain masih di bawah 100 persen. Tertinggi setelah Sragen adalah Sukoharjo 83 persen, sedangkan terendah Boyolali sekitar 50 persen. Bulog terus berupaya menyerap gabah musim tanam II (MT II) apabila harga di tingkat petani berada di bawah Rp6.500 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah HPP.
Di Sragen, Bulog menyimpan beras sebanyak 16.000 ton yang tersebar di Gudang Duyungan dan Gudang Masaran/Kerikilan. Masing-masing gudang menampung 8.000 ton. Jumlah itu dinilai cukup untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan SPHP serta bantuan pangan hingga tahun depan.
Bulog menjual beras SPHP di gudang dengan harga Rp11.000 per kilogram. Untuk kemasan 5 kilogram dijual Rp55.000. Sementara harga eceran tertinggi HET di pasaran maksimal Rp12.500 per kilogram. Penyaluran digencarkan melalui Gerakan Pangan Murah dan kerja sama dengan pasar, TNI, Polri, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian, serta pemerintah daerah.
Bulog juga menyiapkan penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram per penerima. Untuk Juli 2026 penugasan sudah masuk, sementara Agustus dan September masih menunggu perintah Badan Pangan Nasional. Di Sragen, bantuan Juli akan menyasar sekitar 180.000 penerima dengan total alokasi kurang lebih 1.800 ton.
Untuk menjaga mutu beras, tambah Nanang, Bulog melakukan pencegahan hama melalui spraying setiap bulan. Pengendalian dilakukan dengan fumigasi setiap dua sampai tiga bulan sekali menggunakan plastik penutup dan obat khusus agar hama mati tanpa memengaruhi kualitas beras.
Upaya ini sudah dilakukan Bulog bertahun-tahun untuk menjaga kualitas agar tidak terserang hama. Dengan stok aman dan penyerapan terus berjalan, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan dan harga beras.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





