Konvoi Anggota Perguruan Silat di Boyolali Resahkan Warga, Begini Respon Polisi
KONVOI : Konvoi kelompok Perguruan Silat sampai melintasi antar kota di Jawa Tengah. Terlihat kelompok Perguruan Silat dari berbagai daerah konvoi di Kabupaten Semarang. Foto : Erna Yunus Basri--
BOYOLALI, diswayjateng.id – Ketenteraman warga lokal terusik akibat aksi konvoi anggota perguruan silat di Boyolali beberapa pekan terakhir. Rombongan bermotor itu memicu kebisingan karena menggunakan knalpot brong saat melintasi jalan raya.
Aksi yang sempat terekam dan viral di media sosial ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Pasalnya, selain suara bising yang mengganggu istirahat masyarakat, gesekan antarkelompok juga rawan terjadi hanya karena dipicu oleh persoalan sepele di jalanan.
Antisipasi Gesekan Konvoi Anggota Perguruan Silat di Boyolali
Menyikapi situasi yang berkembang, Polres Boyolali langsung bergerak cepat dengan melakukan pengamanan intensif. Aparat kepolisian menggelar patroli berkala serta penyekatan di sejumlah titik rawan guna mencegah penumpukan massa konvoi yang lebih besar.
Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, menjelaskan bahwa akar persoalan sering kali muncul dari para pengombyong. Rombongan pengiring inilah yang kerap memicu kebisingan dengan menggeber sepeda motor berknalpot tidak standar selama perjalanan.
Sebagai langkah preventif, Polres Boyolali telah mengundang perwakilan ketua organisasi silat untuk bersilaturahmi. Langkah persuasif ini bertujuan membangun komitmen bersama demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Boyolali.
Dalam pertemuan tersebut, kepolisian menegaskan larangan penggunaan knalpot brong bagi semua pihak. Pelarangan ini juga berlaku untuk perilaku berkendara ugal-ugalan yang membahayakan pengguna jalan lain selama konvoi anggota perguruan silat di Boyolali berlangsung.
Pihak kepolisian berharap pembinaan ini dapat menumbuhkan kesadaran moral yang tinggi bagi para pesilat. Dengan demikian, nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan ketertiban yang menjadi dasar pencak silat tetap terjaga di ruang publik.
BACA JUGA: 138 Polisi Berjaga di Jalur Penyekatan saat 610 Calon PSHT Cabang Boyolali Ikuti Pendadaran
Meski mengutamakan dialog, Polres Boyolali tetap memberlakukan tindakan tegas bagi para pelanggar lalu lintas. Penegakan hukum ini menjadi bukti bahwa aturan tetap tegak demi kenyamanan bersama tanpa tebang pilih terhadap kelompok mana pun.
Langkah tegas ini diambil menyusul insiden kebisingan massal yang terjadi pada akhir pekan lalu. Konvoi yang berlangsung sejak Jumat (19/6/2026) hingga Sabtu (20/6/2026) dini hari itu melintas dan mengganggu area sekitar Rumah Sakit (RS) PKU Aisyiyah Boyolali.
Sikap kurang simpatik di area fasilitas kesehatan tersebut langsung memantik kritik tajam dari parlemen. Anggota DPRD Boyolali sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar, Agus Ali Rosidi, menyayangkan peristiwa yang mengusik ketenangan pasien rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
