Kuota SPMB SMP dan SD Salatiga 2026 Belum Penuh, Disdik Jamin KBM Tetap Normal
DIEVALUASI : Salah satu yang akan dievaluasi Disdik Salatiga adalah keberadaan Helpdesk selama SPMB berlangsung. Foto : Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.id – Proses SPMB SMP dan SD Salatiga 2026 dipastikan tetap berjalan lancar. Pembelajaran sekolah yang kekurangan siswa akan berjalan normal.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga, Mudjiati, menegaskan bahwa kondisi ini tidak akan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pihak sekolah siap memaksimalkan potensi siswa yang ada demi menjaga kualitas pendidikan di Salatiga.
Menurut Mudjiati, fenomena kuota yang tidak terpenuhi ini bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan serupa selalu dihadapi oleh sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
BACA JUGA: DPRD Jateng Serukan SPMB 2026 Bebas Titip-titipan dan Praktik Transaksional
Tiga SMP Buka Pendaftaran Offline untuk Penuhi Kuota
Saat ini, tercatat ada tiga SMP negeri di Salatiga yang kuotanya belum terpenuhi secara daring. Mengatasi hal itu, Disdik mengambil langkah solutif demi memberikan akses pendidikan yang merata.
"Masih dibuka pendaftaran offline sampai kuota terpenuhi. Namun kekuranganya tidak banyak. Ada yang 9 siswa, 20 siswa dan 30-an siswa," ungkap Mudjiati kepada Disway Jateng, Senin, 22 Juni 2026.
Langkah serupa juga diterapkan pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Proses pemenuhan kuota SPMB SMP dan SD Salatiga 2026 tingkat dasar tersebut hingga kini masih terus berjalan dinamis di lapangan.
BACA JUGA: SPMB 2026 Resmi Dibuka, Disdik Salatiga: Kita Hindari 'Titipan'
BACA JUGA: Dugaan KDRT Dialami Istri Dokter RSUD dan Bullying Putri Kebaya Jateng Dikawal DP3APPKB Salatiga
Disdik Gandeng Perguruan Tinggi untuk Evaluasi Sistem
Sebagai bentuk transparansi dan upaya peningkatan mutu, Disdik Salatiga berkomitmen melakukan evaluasi total. Evaluasi ini bertujuan memetakan kendala teknis serta merumuskan solusi terbaik untuk tahun ajaran berikutnya.
"Evaluasi itu, kita akan melihat pertama sistem aplikasi yang digunakan, adakah kelemahan, dan apa keunggulanya," papar Mudjiati.
Selain aplikasi, efektivitas layanan helpdesk dan kemudahan akses informasi juga menjadi poin utama yang disorot. Disdik Salatiga memastikan regulasi yang berjalan selalu patuh pada petunjuk teknis (juknis) dan Surat Edaran (SE) dari pemerintah pusat.
BACA JUGA: Jelang SPMB 2026, Disdik Semarang Gandeng 16 Lembaga untuk Asesmen Inklusi Anak Disabilitas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
