BPH Migas Bongkar Penyalahgunaan BBM Berpola Helikopter di SPBU Jepara
Sebuah truk pengangsu solar yang ditangkap aparat usai membeli BBM di SPBU Jepara--
JEPARA, diswayjateng.id - Operasi pemberantasan penyalahgunaan BBM bersubsidi di JEPARA Jawa Tengah, berhasil mengungkap pelaku kejahatan menggunakan puluhan barcode palsu dan kendaraan truk dengan tangki solar yang dimodifikasi.
Operasi gabungan melibatkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), menangkap seorang pelaku saat mengangsu solar di SPBU 44.594.19 Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan Jepara.
Dalam kejadian itu, pelaku berinisial AS (42) yang merupakan warga asal Kecamatan Gajah Demak, ditangkap pada Sabtu (30/5/2026) pukul 13.00 WIB.

Pelaku berkaos merah tertunduk pasrah ditangkap aparat. --
BPH Migas mengajak masyarakat aktif melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang ditemukan di lapangan.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas menyebut, partisipasi publik dinilai penting membantu pemerintah memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Sehingga tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
Ajakan itu disampaikan Wahyudi, usai temuan sebuah truk yang diduga melakukan praktik penyalahgunaan BBM subsidi.
"Pelaku tertangkap tangan, saat operasi bersama antara BPH Migas, Komisi XII DPR RI dan Polres Jepara pada Sabtu (30/5/2026), " ujar Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas pada Minggu (31/5/2026).

Tangki BBM modifikasi berkapasitas ribuan literyang ditemukan di truk pelaku --
Wahyudi memaparkan, kendaraan truk yang digunakan pelaku dengan berbagai modus untuk memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar.
"Salah satunya dengan memanfaatkan banyak identitas kendaraan palsu dan kode QR, guna mengelabui sistem pengawasan yang diterapkan di SPBU, " terang Wahyudi.
Dari hasil pemeriksaan, kata Wahyudi, kendaraan tersebut diketahui menjalankan pola operasi yang dikenal dengan istilah helikopter.
Pola operasi helikopter, yakni truk keluar masuk SPBU secara berulang untuk melakukan pembelian BBM subsidi dalam jumlah kecil. Namun pembelian itu dilakukan berkali-kali hingga terkumpul dalam volume besar.
Tak hanya itu, aparat gabungan juga menemukan adanya modifikasi pada sistem tangki kendaraan milik pelaku. Tangki utama truk dihubungkan dengan saluran menuju tangki tambahan yang dipasang secara tersembunyi. Tujuannya agar kapasitas penyimpanan bahan bakar meningkat jauh di atas standar kendaraan pada umumnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








