Pramuka Tegal Bergerak, Krisis Air Padasari Jadi Sorotan
BANTUAN - Penyerahan bantuan dari Kwarnas dan Kwarda kepada Kwarcab Kabupaten Tegal, Sabtu (23/5/2026).--
SLAWI, diswayjateng.id - Semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal. Di tengah upaya penanganan bencana dan kondisi sulit yang masih dialami warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kwarcab Tegal menerima bantuan paket beras dari Kwartir Nasional serta perlengkapan masak dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung Wakil Ketua Kwarda Jawa Tengah Bidang Pengabdian Masyarakat, Wika Bintang, kepada jajaran pengurus Kwarcab Tegal di Sanggar Pramuka Kwarcab Tegal.
Namun, di balik penyerahan bantuan itu, muncul satu persoalan yang kini menjadi perhatian serius, yakni krisis air bersih di hunian sementara (huntara) korban bencana Desa Padasari.
Dalam sambutannya, Wika Bintang menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas peran aktif Kwarcab se-Jawa Tengah dalam aksi Pramuka Peduli saat bencana melanda Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu.
“Kami melaporkan bahwa donasi yang dikirimkan oleh adik-adik dan kakak-kakak Kwarcab se-Jawa Tengah telah kami kelola secara transparan untuk aksi kemanusiaan di lokasi bencana. Wujud bantuannya meliputi pembangunan sumur bor, pengadaan Stasiun Air Minum Keliling (STARLING), pembangunan Hunian Sementara (Huntara), dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Wika.
Menurut dia, arahan Ketua Kwarda Jawa Tengah juga menegaskan bahwa sisa anggaran donasi tidak akan dibiarkan mengendap. Dana tersebut bakal dialihkan untuk memperkuat kapasitas Pramuka Peduli di daerah.
“Anggaran yang tersisa ini akan kita gunakan untuk membiayai pelatihan bagi anggota Pramuka Peduli di Kwarcab Tegal serta untuk pengiriman bantuan langsung ke lokasi bencana di masa mendatang,” ujarnya.
Momentum itu dimanfaatkan Kwarcab Tegal untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan. Wakil Ketua Kwarcab Tegal Bidang Pengabdian Masyarakat, Abdul Basit, mengungkapkan bahwa warga korban bencana di Desa Padasari saat ini sangat membutuhkan pasokan air bersih.
Menurutnya, persoalan air menjadi kebutuhan paling mendesak yang dirasakan warga di huntara. Karena itu, pihaknya berharap Kwarda Jawa Tengah memberi prioritas pelatihan pengelolaan STARLING bagi Kwarcab Tegal.
“Kami sampaikan terima kasih atas bantuan ini. Namun, izinkan kami mengusulkan satu hal yang saat ini sangat mendesak. Saat ini, saudara-saudara kita di Desa Padasari sedang mengalami krisis air bersih,” ujar Abdul Basit.
Dia menambahkan, keberadaan STARLING diyakini bisa menjadi solusi cepat untuk membantu warga bertahan di tengah keterbatasan fasilitas dasar.
“Kami memohon kepada Kwarda Jawa Tengah agar Kwarcab Tegal diprioritaskan dalam program pelatihan pembuatan dan pengelolaan Stasiun Air Minum Keliling (STARLING). Ini akan sangat membantu masyarakat di huntara tersebut,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya identik dengan pendidikan karakter dan kedisiplinan. Di tengah situasi darurat, Pramuka juga hadir sebagai garda kemanusiaan yang bergerak cepat membantu masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
