Kader Kesehatan Garda Terdepan di Masyarakat, Berperan Penting dalam Penanganan Stunting dan Lainnya
DIIKUTI : Kegiatan Jambore Kader Kesehatan Tahun 2026 diikuti ratusan Kader Kesehatan di Salatiga, Selasa 12 Mei 2026. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al-Hakim, menekankan kader kesehatan memiliki peran penting tidak hanya dalam penanganan stunting tetapi juga pelaksanaan program kesehatan lainnya.
"kader kesehatan, khususnya kader Posyandu, merupakan ujung tombak layanan kesehatan yang langsung menjangkau masyarakat," ungkap dr. Prasit Al-Hakim, ditengah kegiatan Jambore kader kesehatan Tahun 2026, Selasa 12 Mei 2026.
Lebih jauh dr Prasit mengungkapkan, pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) telah teritegrasi dengan layanan mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia.
Terkait Jambore kader kesehatan Tingkat Kota Salatiga Tahun 2026, dr Prasit menyebutkan, kegiatan itu diikuti 300 kader kesehatan dari 23 kelurahan.
BACA JUGA: Jalan Licin di Arteri Yos Sudarso Semarang Kembali Telan Korban, Warga Desak Penanganan Darurat
BACA JUGA: Percepat Penurunan Stunting di Salatiga, Nina Adopsi Strategi Pemkab Lamongan
Dan ke depan, Prasit memastikan, seluruh kader kesehatan di Kota Salatiga yang jumlahnya lebih dari 2.000 orang dapat dilibatkan agar kegiatan semakin meriah.
Sementara, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, kolaborasi antar kader kesehatan dalam menjalankan peran sebagai garda terdepan pelayanan di masyarakat.
Di tengah Jambore Kader Kesehatan Tingkat Kota Salatiga Tahun 2026, di Salatiga Eco Park (SAE Park), Robby Hernawan menilai kader kesehatan selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
"Pemerintah Kota Salatiga terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kolaborasi antar kader kesehatan dalam menjalankan peran sebagai garda sekaligus ujung tombak pelayanan (kesehatan) di masyarakat," ungkap Robby Hernawan.
BACA JUGA: Stunting di Semarang Terkendali 4,27 Persen, UHC Capai 100 Persen hingga Akhir 2025
BACA JUGA: Kecamatan Semarang Barat Sulap Lahan Kantor Jadi Taman Edukasi Ayam KUB untuk Cegah Stunting
Ia menjelaskan, program pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan kader.
Begitu juga dengan keberadaan kader kesehatan, dinilainya merupakan perpanjangan tangan pemerintah sekaligus agen perubahan.
"Khususnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Jambore Kader Kesehatan Tahun 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba kader kesehatan bertema “Posyandu Bidang Kesehatan Sesuai Siklus Hidup”, outbound, serta sesi motivasi bertajuk “Kader Kesehatan Hebat, Salatiga Sehat”.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


