189 Siswa dan Guru di Klaten Keracunan MBG yang Mengadung Bakteri E coli

189 Siswa dan Guru di Klaten Keracunan MBG yang Mengadung Bakteri E coli

Mobil boks MBG. Foto : Erna Yunus Basri--

KLATEN, diswayjateng.com - Sebanyak 189 orang siswa dan guru di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten mengalami keracunan, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mengandung Bakteri E coli

Bahkan, dari 189 orang yang keracunan sebanyak sembilan orang terpaksa dilarikan ke puskesmas dan dua lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Buntut kejadian ini, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten juga merilis hasil uji sampel makanan dari Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta. 

BACA JUGA: Jaringan Lintas Provinsi, Polres Klaten Tetapkan 4 Orang Tersangka Penyalahgunaan BBM Solar Subsidi

BACA JUGA: Konvoi Pelajar Dibubarkan, Polres Klaten Amankan Belasan Remaja di Jalur Jogja–Solo

Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, menyebutkan menu sup timlo, telur puyuh, dan galantin yang dikonsumsi korban positif mengandung Bacillus sp.

"Menu sup timlo, telur puyuh, dan galantin yang dikonsumsi korban positif mengandung Bacillus sp yakni bakteri yang mampu bertahan hidup pada suhu ekstrem dan membentuk spora pada bahan makanan," ujar Anggit. 

Sebelumnya, Dinkes Klaten telah mengirimkan sampel makanan ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta diantaranya telur puyuh, galantin maupun kuah timlo semuanya positif Bacillus sp. 

Anggit menegaskan, pemicu utama ke-189 orang keracunan adalah gejala mual, muntah, hingga diare hebat yang dialami para korban.

BACA JUGA: Bareskrim Polri Bongkar Praktik LPG Subsidi Oplosan di Klaten, 2 Orang Ditetapkan Tersangka, Pemodal Diburu

BACA JUGA: Korban Helikopter PK-CFX Tiba Rumah Duka di Klaten, Tengah Malam Langsung Dimakamkan

Sementara, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, dikutip dari Kompas.com, Minggu 10 Mei 2026, mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium menyebutkan, air yang digunakan ternyata mengandung bakteri Escherichia coli atau E coli. 

Hasil pemeriksaan laboratorium menyebutkan, air yang digunakan ternyata mengandung bakteri Escherichia coli atau E coli.

 “Untuk kasus Tulung sudah kami investigasi dan sudah selesai. SPPG di-suspend (diberhentikan operasional)," tandas Yoga Angga Pratama. 

Yoga memaparkan, hasil lab pascakeracunan menyebutkan jika makanan positif mengandung bakteri E coli. 

BACA JUGA: Pasca-Ditemukan Empat Kasus di Waktu Berdekatan, Kemenkes Tetapkan Klaten KLB Campak

BACA JUGA: Saat Guru Rapat Tes Akademik, Bangunan SDN Sribit Delanggu Klaten Ambruk, Kini Dipasang Garis Polisi

Untuk itu, pihaknya mengevaluasi pengecekan sampel air yang digunakan SPPG, pembenahan bangunan infrastruktur SPPG, dan evaluasi relawan SPPG. 

Yoga menambahkan bahwa selama masa penghentian operasional, mitra pengelola tidak akan menerima insentif. 

Diberitakan sebelumnya, keracunan menimpa 189 siswa dan guru di sebuah SMP di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten setelah SPPG mengirimkan makanan ke sekolahan, akhir April 2026 lalu. 

Para korban mengaku, mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, pusing, serta diare.







Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait