Siswa SMP Ihsaniyah Tegal Tembus SMA Favorit Nasional

Siswa SMP Ihsaniyah Tegal Tembus SMA Favorit Nasional

LUAR BIASA - Siswa SMP Ihsaniyah Kota Tegal Haydar Fahmi Sadan Al Nabil dan Areta Galsa Wastika saat diambil foto di sekolah. Keduanya berhasil lolos seleksi SMA favorit nasional.--

TEGAL, diswayjateng.com - SMP Ihsaniyah Kota Tegal kembali menunjukkan mutu pendidikannya melalui prestasi gemilang yang diraih para siswanya. Dua peserta didik sekolah yang beralamat di Jalan Sumbodro itu berhasil menembus seleksi masuk SMA favorit tingkat nasional.

Haydar Fahmi Sadan Al Nabil (Kelas 9A) diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang. Sementara, Areta Galsa Wastika (Kelas 9B) lolos ke SMA Terpadu Krida Nusantara Bandung.

Haydar, putra kedua Mujiharto dan Erni Yatun, mengaku sangat bersyukur dapat diterima di SMA Taruna Nusantara. Pasalnya, persaingan masuk sekolah tersebut sangat ketat.

Dari sekitar 24.000 pendaftar, hanya 1.500 siswa yang dinyatakan lolos, dan Haydar menjadi salah satunya. Siswa kelahiran 21 Juni 2011 berharap dapat terus mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi di sekolah barunya.

Hal serupa dirasakan Areta Galsa Wastika, putri pertama Tri Wasono dan Dian Atika Widiasari. Areta juga mengungkapkan rasa syukur setelah dinyatakan lolos ke SMA Terpadu Krida Nusantara.

Dari 1.500 pendaftar, hanya 300 peserta yang diterima. Areta berhasil masuk dalam daftar tersebut. Areta pun berharap dapat mengukir prestasi serta membawa nama baik sekolah di jenjang pendidikan berikutnya.

Kabar diterimanya Haydar dan Areta di SMA favorit nasional disambut dengan rasa bangga oleh Kepala SMP Ihsaniyah Andri Apriudin SKom SPd MSi. Pencapaian ini melanjutkan tradisi prestasi siswa SMP Ihsaniyah yang kerap diterima di sekolah-sekolah favorit tingkat nasional. 

Sebelumnya, alumni SMP Ihsaniyah juga mampu menembus SMA Dirgantara Magelang serta SMK Kehutanan Majalengka.

“Alhamdulillah, kami bangga,” kata Andri, Selasa (28/4). 

SMP Ihsaniyah secara konsisten mempersiapkan siswa melalui Program Pembiasaan Limpuhlari (Lima Sepuluh Numerasi dan Literasi).

Program ini dilaksanakan setiap hari di seluruh kelas sebagai upaya membangun kebiasaan literasi dan numerasi pada awal pembelajaran di setiap mata pelajaran. Melalui program tersebut, siswa dilatih untuk berpikir kritis, sistematis, dan terbiasa memahami informasi secara mendalam sejak dini.

Andri berharap Haydar dan Areta dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru serta meraih prestasi di sekolah masing-masing.

Dia juga menekankan pentingnya untuk menjaga dan mengamalkan pembiasaan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama di SMP Ihsaniyah. Prestasi keduanya juga diharapkan mampu menginspirasi adik-adik kelas untuk mengikuti jejak mereka. 

“Kuncinya adalah terus belajar dengan tekun, disiplin, dan terarah,” ujar Andri. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait