Di Balik Konser NDX AKA, Polres Batang Amankan Puluhan Penonton Mabuk
Polres Batang bersama tim kesehatan Pemkab mengevakuasi penonton sakit di konser NDX AKA, Jumat malam 10 April 2026-Ist. Dok Polres Batang-
BATANG, diswayjateng.com - Gemuruh konser NDX AKA di perayaan HUT ke-60 Batang berakhir tertib, meski puluhan penonton sempat diamankan karena terindikasi mabuk.
Ribuan warga memadati lokasi pesta rakyat pada Jumat malam, 10 April 2026, menjadikan acara ini salah satu magnet terbesar dalam rangkaian perayaan daerah.
Kapolres Batang, Veronica, menegaskan bahwa pengamanan berjalan optimal berkat kolaborasi lintas instansi.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar, masyarakat juga tertib dan kondusif,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.
BACA JUGA: Ribuan Warga Tumpah Ruah, Konser NDX AKA Warnai Malam Batang Bahagia
BACA JUGA: Padi Bio Salin Panen Perdana di Batang, Hasilkan 5 Ton di Lahan Rob
Sejak pagi, ratusan personel gabungan telah disiagakan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan massa. Keterlibatan unsur TNI, Satpol PP, hingga tim medis menjadi kunci dalam mengawal jalannya acara berskala besar ini.
Tak hanya itu, bantuan kendali operasi dari Polres Pekalongan dan Polres Pekalongan Kota turut memperkuat pengamanan di lapangan. Di tengah keramaian, aparat menemukan sekitar 50 orang yang terindikasi mabuk minuman keras dan langsung diamankan di area sekitar lokasi.
Selain itu, polisi juga menyita sekitar 20 botol miras berbagai jenis, mulai dari ciu hingga arak oplosan. Dua potensi keributan yang sempat muncul pun berhasil diredam dengan cepat tanpa meluas menjadi gangguan besar.
Tidak ditemukan adanya senjata tajam selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi indikator bahwa pengamanan preventif yang dilakukan sejak awal cukup efektif.
BACA JUGA: Cerita PKK Batang Sulap Minyak Jelantah jadi Cuan hingga Pecahkan Rekor
BACA JUGA: Awasi Gadget Anak, Batang Akan Gandeng Sekolah hingga PKK
Pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan massa. Namun, tindakan tegas tetap diambil terhadap siapa pun yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Pengamanan harus maksimal, profesional, dan humanis agar masyarakat merasa aman,” tegas Veronica.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




