Tramadol Menggila, Bupati Tegal Bilang Begini

Tramadol Menggila, Bupati Tegal Bilang Begini

HALAL BIHALAL - Bupati Tegal Ischak Maulana bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid saat menghadiri acara halal bihalal bersama pengurus dan anggota PWI Kabupaten Tegal di Rumah Makan Joglo Selayu Slawi, Rabu (1/4/2026) siang.--

SLAWI, diswayjateng.com - Kabupaten Tegal kembali diguncang persoalan serius. Peredaran obat keras jenis tramadol yang diduga dijual bebas di sejumlah titik membuat Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, akhirnya angkat bicara dengan nada tegas.

Tak ingin masalah ini berlarut-larut, orang nomor satu di Kabupaten Tegal itu langsung bergerak cepat. Bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ia menggelar rapat koordinasi khusus membahas maraknya peredaran tramadol, obat golongan opioid yang sejatinya digunakan sebagai pereda nyeri berat, namun kini disalahgunakan.

“Ini tidak bisa dianggap sepele. tramadol itu obat keras, bukan untuk diperjualbelikan bebas apalagi dikonsumsi sembarangan,” tegasnya.

Sorotan tajam pun diarahkan pada sejumlah warung yang kerap disebut warga sebagai “warung Aceh”. Warung-warung ini diduga menjadi tempat peredaran tramadol secara ilegal. Bupati memastikan, aparat penegak hukum sudah turun tangan.

Razia besar-besaran telah dilakukan oleh jajaran kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). Hasilnya, tidak main-main, satu orang pengedar tramadol berhasil diamankan oleh Polres Tegal.

“Penindakan sudah berjalan. Bahkan sudah ada yang diamankan. Ini bukti bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat menghadiri acara halal bihalal bersama pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal di Rumah Makan Joglo Selayu, Rabu (1/4/2026) siang. Dalam suasana yang seharusnya penuh kehangatan itu, isu tramadol justru menjadi perhatian serius.

Namun, langkah penanganan tak hanya berhenti pada razia dan penegakan hukum. Bupati juga menaruh perhatian besar pada upaya pencegahan, khususnya di kalangan pelajar.

Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh guru serta kepala SD dan SMP se-Kabupaten Tegal untuk aktif membina siswa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat tersebut.

“Sekolah harus jadi benteng pertama. Guru jangan hanya mengajar, tapi juga mengawasi dan membimbing,” pintanya.

Tak hanya itu, Bupati juga meminta pihak sekolah untuk melibatkan orang tua. Para wali murid diminta dikumpulkan dan diberikan pemahaman tentang bahaya tramadol agar pengawasan bisa dilakukan dari rumah.

Menurutnya, peran keluarga sangat krusial dalam mencegah anak-anak dari pengaruh buruk obat-obatan terlarang.

“Orang tua harus tahu, harus peduli. Jangan sampai anaknya terjerumus baru menyesal,” imbuhnya.

Diketahui, tramadol kerap disalahgunakan oleh kalangan remaja untuk mendapatkan efek euforia atau sekadar menghilangkan rasa lelah. Padahal, dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya.

Mulai dari ketergantungan, kerusakan saraf, kejang, hingga risiko kematian mengintai para penggunanya.

Fenomena ini pun menjadi alarm keras bagi semua pihak. Pemerintah, aparat, sekolah, hingga keluarga diminta bersinergi agar peredaran dan penyalahgunaan tramadol di Kabupaten Tegal bisa dihentikan sebelum semakin meluas.

“Ini tanggung jawab bersama. Kita harus selamatkan generasi muda dari ancaman ini,” pungkas Bupati. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: