DPRD Desak Perbaikan Jembatan Gantung Sangkanjaya Tegal, Akses Warga Lumpuh Total

DPRD Desak Perbaikan Jembatan Gantung Sangkanjaya Tegal, Akses Warga Lumpuh Total

Kondisi Jembatan Gantung di Desa Sangkanjaya Kecamatan Balapulang yang amblas dan semakin parah.--

BALAPULANG, diswayjateng  – DPRD Kabupaten Tegal mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki jembatan gantung di Sungai Gung yang amblas pada Rabu (25/3/2026) malam. Infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Sangkanjaya dengan Desa Danawarih hingga Kota Slawi itu kini tak lagi bisa dilalui, membuat aktivitas warga lumpuh total.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tegal, H. Samsuri, menegaskan bahwa jembatan sepanjang sekitar 150 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat.

“Jembatan ini sangat vital. Anak-anak sekolah, petani ke ladang, hingga pekerja yang mencari nafkah semuanya bergantung di sini. Kalau sampai terputus, dampaknya luar biasa,” kata Samsuri, Sabtu (28/3/2026).

BACA JUGA:DPRD Kabupaten Tegal Soroti Peredaran Tramadol, Minta Pengedar Ditindak Tegas

BACA JUGA:Sepekan Sidaharja Tegal Dikepung Banjir, DPRD Kabupaten Tegal Dorong Penanganan Serius

Amblasnya jembatan diduga akibat pondasi di sisi timur yang tak mampu menahan derasnya arus Sungai Gung setelah hujan mengguyur sejak sore hingga malam. Sejak kejadian itu, warga praktis kehilangan akses utama, bahkan kendaraan roda dua yang biasanya bisa melintas kini tak lagi memungkinkan.

Samsuri menambahkan, meski terdapat jalur alternatif yang pernah dibangun oleh Kodim 0712/Tegal, kondisinya belum layak digunakan. Dari total panjang sekitar 1,8 kilometer, baru sekitar 600 meter yang selesai dipadatkan, sementara sisanya masih berupa tanah liat yang licin, terutama saat hujan.

BACA JUGA:Proyek Jembatan Sungai Erang Cilongok Molor, Warga Ngadu ke DPRD Kabupaten Tegal

BACA JUGA:DPRD Kabupaten Tegal Kritik Tajam Pengelolaan Guci, Bakhrun: Jangan Sampai Jadi 'Seribu Tiket'

“Jalur alternatif belum bisa diandalkan. Kalau hujan, sangat berbahaya dilalui. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Desa Sangkanjaya, Abdul Mubarok, menyebut sekitar 2.000 jiwa dari 450 kepala keluarga terdampak. Aktivitas ekonomi terhenti dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Jembatan ini satu-satunya akses utama. Kalau putus, semua ikut lumpuh. Kami sangat berharap segera ada penanganan,” ungkapnya.

Jembatan gantung tersebut diketahui dibangun sekitar tahun 1991 dan pernah mengalami kejadian serupa pada 1993. Namun kali ini, dampaknya jauh lebih besar seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi warga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: