Mahasiswa DKV Universitas Harkat Negeri Gelar Ngabuburit Film Dokumenter di Kota Tegal
MENGGELAR-Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Harkat Negeri (UHN) menggelar kegiatan ngabuburit film dokumenter di Trus Sport Center, Kota Tegal, Selasa (10/3).--
TEGAL, diswayjateng.com - Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Harkat Negeri (UHN) menggelar kegiatan ngabuburit film dokumenter di Trus Sport Center, Kota Tegal, Selasa (10/3). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus diskusi publik bagi karya-karya Mahasiswa yang dihasilkan dalam perkuliahan sinematografi.
Dalam kegiatan tersebut diputar enam film dokumenter karya mahasiswa semester 3 yang merupakan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Sinematografi I. Keenam film tersebut mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya.
Adapun enam judul film yang diputar yakni Pak Ogah: Pahlawan Lalu Lintas yang Jarang Dilihat, Kopi di Tanah Slamet, Malam Menjadi Rumah yang mengangkat kisah pengamen waria, Jejak di Bahu Jalan tentang kehidupan tukang parkir, Fatherless, serta Masih Relevankah? Tegal Jepangnya Indonesia.
Kepala Program Studi DKV UHN, Robby Hardian, yang membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menghasilkan karya dokumenter yang kritis dan dekat dengan realitas sosial. Menurutnya, kegiatan pemutaran film seperti ini menjadi langkah positif untuk menumbuhkan budaya perfilman di Kota Tegal.
“Dengan adanya kegiatan ini, semoga dapat menambah geliat perfilman di Kota Tegal sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus berkarya dan peka terhadap isu sosial di sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, pengampu mata kuliah Sinematografi I, Dewi Rahmawati, menjelaskan bahwa pemutaran film dokumenter ini merupakan upaya untuk mengembalikan karya mahasiswa ke ruang publik. Ia menilai karya yang dihasilkan mahasiswa tidak sekadar menjadi tugas akademik, tetapi juga memiliki nilai pengetahuan yang dapat dibagikan kepada masyarakat.
“Film-film dokumenter yang dihasilkan bukan sekadar tugas semester, tetapi merupakan hasil riset dan proses belajar yang memiliki nilai pengetahuan. Melalui screening dan diskusi, pengetahuan tersebut dapat dibagikan kembali kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Dewi, kegiatan ini juga menjadi sarana belajar bagi mahasiswa untuk mengelola sebuah pemutaran film, membangun percakapan dengan penonton, serta menghidupkan ekosistem diskusi film dokumenter di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Salah satu film yang menarik perhatian penonton adalah Pak Ogah: Pahlawan Lalu Lintas Tak Terlihat. Sutradara film tersebut, Arya Hidana, menyampaikan bahwa film ini merekam fenomena keberadaan “Pak Ogah” yang dengan sukarela membantu mengatur arus lalu lintas di Jalan Pahlawan Kota Tegal.
Menurut Arya, dokumenter tersebut mencoba menghadirkan sudut pandang yang lebih luas terhadap sosok Pak Ogah yang selama ini kerap dipandang negatif oleh sebagian masyarakat.
“Film ini ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa di balik keberadaan mereka ada niat membantu mengurai kemacetan. Dokumenter ini mengajak penonton menilai ulang apakah label ‘pengganggu’ atau ‘pahlawan’ yang lebih pantas disematkan kepada mereka,” ungkapnya.
Film lainnya berjudul Kopi di Tanah Slamet mengangkat kehidupan para petani kopi di lereng Gunung Slamet. Film ini merekam proses panjang produksi kopi, mulai dari perawatan tanaman hingga pengolahan biji kopi sebelum akhirnya menjadi minuman yang dinikmati masyarakat.
Melalui pendekatan dokumenter ekspositori, film ini menampilkan keseharian para petani serta hubungan mereka dengan alam dan perubahan musim.
“Dengan sudut pandang yang sederhana dan dekat dengan aktivitas nyata di lapangan, film ini ingin menunjukkan bahwa secangkir kopi yang kita nikmati setiap hari merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan waktu, kerja keras, dan keterikatan manusia dengan lingkungannya,” jelas Azmi sebagai ketua Himpunan Mahasiswa DKV.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: