Antisipasi Kendaraan Mogok Terjebak Macet, 94 Motor Siap Antarkan BBM Darurat di Ruas Pantura
Area Manager Communication, Relation dan TSR Jateng-DIY, Taufik Kurniawan. --
KUDUS, diswayjateng.com- Kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran, membuat konsumsi BBM kendaraan meningkat drastis. Karena itu, terkadang banyak kendaraan yang kehabisan BBM dan terjebak di tengah kemacetan.
Menyikapi kondisi itu, sebanyak 94 unit motoris Pertamina Delivery Service (PDS) siap melayani masyarakat saat terjadi kemacetan.
Selain itu, sebanyak 40 SPBU di jalur non-tol juga disiagakan beroperasi 24 jam penuh. Dipastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Karena itu, masyarakat di wilayah Muria Raya serta seluruh Jawa Tengah dan DIY diminta tidak panik dan kebingungan.
"Kami telah menyiapkan sejumlah skenario guna mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode Ramadan hingga arus mudik dan balik Lebaran, " ujar Area Manager Communication, Relation dan TSR Jateng-DIY, Taufik Kurniawan kepada diswayjateng.
Berdasarkan proyeksi, konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan naik 18 persen dari rata-rata normal 1.798 kiloliter per hari menjadi 2.127 kiloliter per hari.
Sementara itu, konsumsi gasoil diprediksi turun sekitar 6 persen dari 1.280 kiloliter per hari menjadi 1.178 kiloliter per hari, seiring adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan berat non-logistik selama masa angkutan Lebaran.
“Untuk LPG, rata-rata kenaikan di wilayah Muria Raya sekitar 10 persen dibanding konsumsi normal harian. Karena itu kami melakukan penebalan stok di seluruh lini distribusi,” ujar Taufik.
Penambahan stok BBM dan LPG dilakukan sebesar 15–20 persen di sejumlah titik suplai utama, seperti Terminal BBM Pengapon dan Boyolali, serta Supply Point Terminal LPG Opsico, Terminal Temporary Hema Rembang, dan Terminal Temporary Pelindo. 
Penambahan stok LPG bersubsidi selama Lebaran untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar. --
Secara rinci, proyeksi kenaikan LPG terjadi di beberapa kabupaten. Diantaranya Blora dari 79 metrik ton per hari menjadi 87 metrik ton per hari. Selanjutnya Grobogan dari 120 menjadi 132 metrik ton per hari.
Kemudian Jepara dari 118 menjadi 130 metrik ton per hari dan Kudus dari 103 menjadi 114 metrik ton per hari. Selanjutnya di Pati dari 132 menjadi 145 metrik ton per hari, serta Rembang dari 64 menjadi 70 metrik ton per hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: