Warga Muslim Tebus Murah 450 Paket Sembako dari Gereja St Theresia Bongsari
Warga muslim mengantre dengan rapi untuk menunggu giliran menebus murah paket sembako di depan Aula Gereja St Theresia Bongsari Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--
SEMARANG, diswayjateng.com - Puluhan warga tampak datang silih berganti ke aula Graha Argya Gereja St Theresia Bongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/3/2026). Sambil membawa kupon serta uang tunai, mereka mangantre dengan rapi untuk menunggu giliran menebus paket sembako.
Kepala Paroki Gereja St Theresia Bongsari, Romo Synesius Suyitna SJ, mengatakan kegiatan tebus murah sembako itu agenda rutin tahunan di bulan Ramadan agar manfaatnya bisa dirasakan mereka yang menyiapkan kebutuhan Idul Fitri 1447 Hijriyah.
‘’Ini kegiatan rutin tahunan gereja. Kebetulan ini menjelang Lebaran dan bulan Ramadan. Kami ingin membantu warga sekitar untuk mempersiapkan kebutuhan mereka,’’ katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan tebus murah sembako.
Menurut Romo Synesius, konsep tebus murah ini dipilih bukan sekadar untuk meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga menjaga rasa percaya diri para penerima manfaat tebus murah sembako tersebut.
‘’Memang tidak kami berikan secara cuma-cuma agar warga tetap merasa memiliki harga diri. Mereka bisa tetap menebus, tetapi dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di luar,’’ jelasnya.
Romo Synesius menambahkan bahwa kegiatan itu juga menjadi bagian dari semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang dijalani oleh umat Katolik menjelang Paskah. Dalam masa itu, umat diajak memperkuat kepedulian sosial dan berbagi dengan sesama.
‘’Semangatnya merajut kebersamaan dan toleransi bersama seluruh warga masyarakat. Gereja tidak ingin hadir secara eksklusif, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,’’ imbuhnya.
Selain tebus murah sembako, pihaknya juga memberi bantuan paket sembako untuk tukang sampah. Supaya bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, pihaknya menyalurkan paket sembakonya dengan melibatkan pengurus RT maupun RW setempat.
Dalam kegiatan itu, gereja menyiapkan 450 paket sembako. Setiap paketnya berisi tujuh jenis kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng, teh, gula pasir, mie, bawang merah dan bawang putih, dan kecap. Jika dihitung dengan harga pasar, nilai satu paket mencapai sekitar Rp 170 ribu. Tapi warga cukup menebus dengan Rp 70 ribu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: