Stok Darah PMI Kota Semarang Turun 70 Persen, MUI: Donor Saat Puasa Tidak Membatalkan

Stok Darah PMI Kota Semarang Turun 70 Persen, MUI: Donor Saat Puasa Tidak Membatalkan

PMI Kota Semarang menegaskan donor darah tidak membatalkan puasa-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota SEMARANG mencatat penurunan signifikan perolehan darah selama bulan Ramadan. Penurunan jumlah pendonor disebut mencapai 60 hingga 70 persen dibandingkan hari biasa.

Kepala Bagian Pelayanan Donor UDD PMI Kota Semarang, dr. Reztry Maulida, mengatakan tren penurunan ini kerap terjadi setiap Ramadan karena sebagian masyarakat memilih menunda donor darah.

“Mungkin selama di bulan Ramadan ini ada yang menunda. Jadi mempengaruhi perolehan donasi kami juga. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. Puasa tidak membuat orang tidak bisa donor,” ujar Reztry kepada Disway Jateng, Sabtu 28 Februari 2026.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang khawatir donor darah saat berpuasa dapat membatalkan ibadah. Padahal, PMI telah berulang kali menyosialisasikan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa.

“Kami sudah menginfokan melalui media sosial bahwa donor selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa. Banyak yang takut karena mengeluarkan darah bisa membatalkan puasa,” katanya.

Reztry menegaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, selama pendonor dalam kondisi sehat dan telah melakukan persiapan yang cukup.

“MUI pun sudah mengeluarkan fatwa bahwa tidak membatalkan puasa berdonor darah saat bulan Ramadan, asalkan pendonornya sudah melakukan persiapan terlebih dahulu. Sahurnya cukup, istirahat malamnya juga cukup, kondisi badannya fit,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama pendonor dalam keadaan sehat, tidak ada larangan maupun batasan untuk melakukan donor darah di siang hari saat berpuasa.

Dibandingkan hari biasa, penurunan jumlah pendonor selama Ramadan tergolong signifikan.

“Kalau perbandingan hari biasa dengan Ramadan, cukup signifikan penurunannya. Sekitar 60 sampai 70 persen,” ungkap Reztry.

Kondisi ini berdampak pada ketersediaan stok darah di UDD PMI Kota Semarang, sementara kebutuhan rumah sakit tetap berjalan normal.

Untuk mengatasi hal tersebut, PMI Kota Semarang melakukan sejumlah strategi jemput bola guna meningkatkan partisipasi donor.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar program donor darah rutin di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Semarang. PMI bekerja sama dengan beberapa mal untuk menjaring pendonor dari kalangan masyarakat umum.

Beberapa lokasi yang terlibat antara lain Queen City Mall, Uptown Mall BSB City, dan Mal Ciputra Semarang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait