Sepekan Sidaharja Tegal Dikepung Banjir, DPRD Kabupaten Tegal Dorong Penanganan Serius

Sepekan Sidaharja Tegal Dikepung Banjir, DPRD Kabupaten Tegal Dorong Penanganan Serius

BANJIR - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Bakhrun saat membagikan nasi bungkus bersama warga di tengah banjir di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Senin (16/2/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Air datang tanpa permisi. Tiga kali dalam sepekan terakhir, Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, seperti tak diberi jeda untuk bernapas. Puncaknya terjadi Senin pagi 16 Februari 2026, ketika banjir besar merendam hampir seluruh sudut desa.

Rumah-rumah warga, fasilitas pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA, semuanya tak luput dari genangan. Jumlahnya mencapai ribuan bangunan terdampak.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga 1,5 meter. Di sejumlah titik, warga harus mengungsi sementara ke rumah kerabat atau bertahan di lantai dua rumah mereka.

Sementara di luar, arus air kecokelatan membawa lumpur dan puing-puing, menyisakan jejak pilu di setiap halaman. Banjir kali ini bukan hanya di Desa Sidaharja.

BACA JUGA:Sebanyak 9.000 KK dari 42 Desa Terdampak Banjir, Pemkab Grobogan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

BACA JUGA:Detik Menegangkan, Ibu Hamil Hendak Melahirkan di Tengah Banjir Sidaharja Tegal

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, H. Bakhrun, menyebut air juga merendam Desa Purwahamba di Kecamatan Suradadi, Desa Maribaya dan Desa Kemuning di Kecamatan Kramat, serta Desa Sukareja di Kecamatan Warureja. 

Ketiga kecamatan itu berada di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tegal, kawasan yang saban musim hujan selalu dihantui kecemasan.

“Ini bukan hanya bencana satu desa. Hampir sepanjang pesisir terdampak. Kami mendorong penanganan serius dan menyeluruh,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, Selasa 17 Februari 2026.

Di Sidaharja, biang keladi banjir disebut berasal dari luapan Sungai Cacaban yang membentang di sisi barat desa. Sungai itu sekaligus menjadi batas alami antara Kecamatan Suradadi dan Kecamatan Kramat.

BACA JUGA:Jalan Pantura Tegal Banjir, Kendaraan Mengular dan Mogok

BACA JUGA:Sungai Cenang dan Cacaban Meluap, Ribuan Rumah di Pantura Tegal Terendam Banjir

Debit air yang tinggi dari hulu tak mampu tertampung, meluap dan menjalar cepat ke permukiman warga.

Bakhrun mendesak agar normalisasi Sungai Cacaban dituntaskan dari hulu hingga hilir. Ia juga menyoroti kondisi Jembatan Sidaharja–Plumbungan yang dinilai terlalu pendek sehingga menghambat aliran air.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait