Tanggul Jebol di Meteseh, Banjir 1,5 Meter Rendam RW 26 Perumahan Dinar Indah Semarang 

Tanggul Jebol di Meteseh, Banjir 1,5 Meter Rendam RW 26 Perumahan Dinar Indah Semarang 

SISA LUMPUR: Sisa lumpur masih menggenangi kawasan perumahan Dinar Indah Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. Banjir sempat menggenangi kawasan tersebut hingga ketinggjan 1,5 meter.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Minggu 15 Februari 2026 malam hingga Senin 16 Februari 2026 dini hari menyebabkan tanggul di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, jebol. Akibatnya, wilayah RW 26 terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. 

Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman dan mencapai puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB. Warga yang sebagian masih terjaga segera menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi. 

Ketua RW 26, Sigit Wardoyo, mengatakan banjir datang secara tiba-tiba setelah tanggul yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan kembali jebol. 

“Tadi malam banjir datang sekitar pukul 01.30 WIB. Untungnya masih ada warga yang terjaga. Ternyata tanggul yang kemarin sempat jebol itu kembali jebol. Kami langsung mengevakuasi warga ke masjid yang posisinya lebih tinggi untuk pengungsian sementara,” ujar Sigit kepada Diswayjateng.id di lokasi kejadian, Senin pagi. 

Ia menjelaskan, aparat kelurahan dan kecamatan langsung turun ke lokasi pada malam kejadian untuk melakukan pengecekan. 

“Tadi malam Pak Lurah dan Pak Camat sudah turun mengecek kondisi. Pagi ini penanganan akan segera dilakukan, terutama untuk perbaikan tanggul yang jebol,” katanya. 

Sebagian warga RW 26 terpaksa mengungsi ke masjid setempat yang berada di area lebih tinggi. Hingga Senin pagi, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sigit menyebut banjir kali ini menjadi yang terparah dalam tiga tahun terakhir. 

“Tahun ini baru pertama. Yang paling parah sebelumnya terjadi 6 Januari 2023. Waktu itu sampai ada korban meninggal. Alhamdulillah, untuk kejadian sekarang tidak ada korban,” ungkapnya. 

Pantauan di lapangan pada Senin pagi menunjukkan warga mulai membersihkan sisa lumpur yang mengendap di dalam rumah dan jalan lingkungan. Perabotan rumah tangga dijemur, sementara sejumlah warga bergotong royong memperbaiki fasilitas yang terdampak. 

Selain di kawasan Meteseh, hujan lebat juga menyebabkan genangan di jalur nasional Kaligawe, salah satu akses utama di Kota Semarang. Sejumlah titik dilaporkan kembali terendam, memicu perlambatan arus lalu lintas pada jam sibuk pagi hari. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait