Cuaca Ekstrem Wonosobo Picu Longsor di 3 Kecamatan, Sebabkan Korban Jiwa dan Luka
Sejumlah warga membersihkan material longsor di Wilayah Wonosobo akibat cuaca ekstrem.-Foto : Dok. BPBD Wonosobo-
WONOSOBO, diswayjateng.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Wonosobo, Sabtu (7/2/2026), memicu serangkaian tanah longsor di tiga kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat kejadian berlangsung dalam rentang pukul 07.00 hingga 21.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih empat jam.
Anggota RPB SAR BPBD Wonosobo, Sabarno, menjelaskan intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah titik rawan longsor tidak mampu menahan beban air.
“Selama kurang lebih empat jam, wilayah Wonosobo diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya.
Di Kecamatan Leksono, longsor terjadi di Dusun Srandil, Desa Besani, menimpa satu rumah warga dan menyebabkan satu orang luka ringan. Masih di Leksono, longsor di Desa Wonokasian menimpa rumah warga lain, menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya.
BACA JUGA:Hutan Wonosobo Kritis, Jatubu Ancam Turun ke Jalan Jika Kerusakan Lingkungan Dibiarkan
BACA JUGA:Cegah Longsor, Jatubu dan Ratusan Ojol Tanam 10 Ribu Bibit Kopi di Telaga Menjer Wonosobo
“Di Desa Wonokasian terdapat satu korban meninggal dunia dan satu korban luka ringan,” kata Sabarno.
Di Kecamatan Selomerto, longsor terjadi di Desa Plobangan dan menutup akses jalan sekitar Makam Ki Ageng Wanusaba. Selain itu, pohon tumbang di Desa Gunung Tawang sempat menutup Jalan Provinsi Wonosobo–Banjarnegara, namun sudah berhasil ditangani.
“Penanganan pohon tumbang di Desa Gunung Tawang sudah selesai,” jelas Sabarno.
Sementara di Kecamatan Kalikajar, longsor terjadi di Desa Perboto dan menutup akses Jalan Kabupaten ruas Perboto–Mungkung. Hingga laporan disampaikan, lokasi tersebut masih berstatus belum tertangani.
BACA JUGA:Paska Ambruk, DPUPR Siapkan Perbaikan Jembatan Muncar Wonosobo Tahun 2026
BACA JUGA:Jembatan Muncar Ambruk, Warga di Wonosobo Bangun Jalur Darurat dari Bambu
BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah perbukitan dan rawan longsor.
“Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor ke pihak terkait apabila terjadi tanda-tanda bencana,” tegas Sabarno.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: