Hasil Uji Lab Penyebab Keracunan MBG di SDN 2 Pulongrambe Ternyata Bukan Susu, tapi Menu Ini

Hasil Uji Lab Penyebab Keracunan MBG di SDN 2 Pulongrambe Ternyata Bukan Susu, tapi Menu Ini

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, dr Djatmiko. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Berdasarkan hasil laboratorium bahwa faktor penyebab lima murid dari SDN 2 Pulongrambe keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan dari susu kemasan kotak sebagaimana dugaan awal.

"Dari hasil uji laboratorium, ternyata yang positif terkontaminasi bakteri e-Coli itu nasi, acar wortel, dan buah naga. Susunya aman," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Djatmiko, saat dikonfirmasi Disway Jateng, Selasa (10/2/2026).

Djatmiko menambahkan, adapun susu kemasan kotam yang diminum oleh murid-murid SDN 2 Pulongrambe sebenarnya masih layak konsumsi kalau merujuk pada tanggal kadaluarsanya.

"Susu sebenarnya aman. Kadaluarsa masih November 2026. Namun, kami menerima laporan dari tiga anak yang sempat opname di RSUD, susu yang mereka minum sudah berubah rasa," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, ada delapan murid SD di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi menu MBG, pada Jumat (30/1/2026). 

Lima murid diantaranya dari SDN 2 Pulongrambe, sedangkan tiga lainnya dari SDN 3 Mayahan. Tiga murid dari SDN 2 Pulongrambe sempat menjalani rawat inap di RSUD Soedjati Purwodadi selama dua hari. Sementara sisanya hanya rawat jalan usia dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

Seperti diketahui, SPPG Pulongrambe sendiri menyalurkan menu MBG total sebanyak 2.950 porsi. Adapun SDN 2 Pulongrambe menerima sebanyak 118 porsi, sedangkan SDN 3 Mayahan 136 porsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait