Truk Bermuatan 25 Ton Kopi Botol Terguling di Flyover Madukoro Semarang, Pemotor Tertimpa Muatan
TERGULING: Sopir truk mengevakuasi kopi kemasan botolan yang terguling di fly over madukoro.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com — Sebuah truk gandeng bermuatan minuman kopi kemasan botol mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Flyover Madukoro, tepatnya di depan Kantor Bea Cukai, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, Jumat 6 Februari 2026 pagi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu menyebabkan satu pengendara sepeda motor tertimpa muatan dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Truk yang mengangkut sekitar 25 ton kopi botol tersebut dilaporkan kehilangan kendali saat melintasi tanjakan flyover.
Beban muatan yang berat membuat kendaraan kesulitan menanjak hingga akhirnya mengalami kegagalan teknis.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, bagian belakang truk gandeng bernomor polisi N 8195 UD ambruk pada bagian bak gandengan dan mengalami patah pada sambungan.
Kondisi itu membuat truk kehilangan keseimbangan dan terguling ke sisi kiri jalan. Dari pantauan dilapangan bak gandeng bagian belakang terguling dikarenakan sambungan yang patah.
Akibatnya, sekitar 20 ton muatan kopi kemasan botol tumpah dari bak truk. Tumpahan tersebut jatuh hingga ke jalur bawah flyover dan menimpa seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas di bawahnya.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan. Korban, seorang laki-laki, langsung dievakuasi bersama petugas ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, sepeda motor milik korban terlihat masih tertimbun tumpukan botol minuman kopi hingga beberapa saat setelah kejadian.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terakhir korban dari pihak berwenang.
Sopir truk, Novianto atau yang akrab disapa Nopi, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh rasa kantuk, melainkan kondisi fisik yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
Menurut Nopi, saat melintasi tanjakan flyover, truk mulai kehilangan tenaga meski dirinya telah berupaya mengendalikan kendaraan.
“Sudah saya rem, sudah ganti persneling juga, tapi tetap enggak kuat. Truknya malah mundur,” ujar Nopi saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia mengungkapkan bahwa upaya memasukkan gigi mundur juga tidak berhasil. Kendaraan justru terus bergerak tak terkendali hingga akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
