Update Tanah Bergerak di Desa Padasari Tegal, 448 Rumah Rusak, 1.686 Jiwa Mengungsi

Update Tanah Bergerak di Desa Padasari Tegal, 448 Rumah Rusak, 1.686 Jiwa Mengungsi

EVAKUASI - Relawan PMI Jatinegara Kabupaten Tegal, Rereb, saat mengevakuasi lansia untuk dibawa ke tempat pengungsian karena rumahnya roboh akibat tanah bergerak di Desa Padasari, Kamis (5/2/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Luka Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, belum juga mengering. Tanah di lereng Gunung Slamet itu masih terus bergerak, memaksa ratusan keluarga meninggalkan rumah yang retak, miring, bahkan nyaris roboh. 

Hingga Kamis (5/2/2026) sore, jumlah rumah rusak dan warga terdampak terus bertambah, menandakan bencana ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal merilis update terbaru dampak bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menyebut pergerakan tanah masih aktif dan pendataan masih terus berjalan di lapangan.

“Data sementara, rumah rusak akibat tanah bergerak di Desa Padasari mencapai 282 unit. Rinciannya, 177 rumah rusak berat, 56 rusak sedang, dan 49 rusak ringan. Selain itu, ada tambahan sekitar 166 rumah terdampak yang belum terklasifikasi. Jadi total sementara kurang lebih 448 rumah terdampak, dan data ini masih dinamis,” ujar Iman Sisworo.

Wilayah terdampak tersebar di beberapa titik permukiman padat penduduk, yakni RW 01 RT 01–03, RW 02 RT 06–09, RW 03 RT 12–15, serta RW 04 RT 10, 11, dan 16–18. Retakan tanah memanjang, sebagian badan jalan amblas, dan bangunan warga tak lagi aman untuk ditempati.

Tak hanya rumah warga, bencana ini juga merusak berbagai infrastruktur vital. Tercatat jalan desa dan kabupaten di tiga titik mengalami kerusakan, satu bendung irigasi terdampak, satu jembatan desa rusak, serta sejumlah fasilitas ibadah, pendidikan, pemerintahan, dan kesehatan ikut terancam.

Dari sisi kemanusiaan, angka pengungsi kian mencemaskan. PMI mencatat 296 KK atau 1.160 jiwa warga Desa Padasari terpaksa mengungsi.

Rinciannya, 499 laki-laki dan 661 perempuan, dengan kelompok rentan terdiri dari 110 lansia, 3 ibu hamil, 15 ibu menyusui, 73 anak-anak, dan 27 bayi.

Selain warga, dampak bencana juga menyasar dunia pendidikan keagamaan. Sebanyak 526 santri Pondok Pesantren Al-Adalah Padasari turut dievakuasi, sehingga total keseluruhan warga yang mengungsi atau terevakuasi mencapai sekitar 1.686 jiwa, dengan jumlah yang masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Para pengungsi kini tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Pos Pengungsian Rumah Bapak Kamal, SD Negeri Padasari 2, Dukuh Lebak, Pos Pengasinan, Gedung Serbaguna Desa Penujah, serta Pondok Pesantren Dawuhan Padasari.

PMI Kabupaten Tegal bersama unsur terkait terus bergerak di lapangan. Mulai dari asesmen wilayah terdampak, koordinasi dengan pemerintah desa, distribusi logistik, penyiapan lokasi pengungsian, asesmen kesehatan pengungsi, distribusi nasi bungkus, hingga evakuasi warga sakit ke posko kesehatan.

“Kami terus melakukan pendampingan dan pelayanan kemanusiaan. Namun, kebutuhan mendesak saat ini masih cukup banyak, seperti terpal, kasur lantai, selimut, pembalut, susu formula, serta makanan bayi dan balita, karena sebagian besar pengungsi meninggalkan rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang mereka,” jelas Iman Sisworo.

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari berawal dari hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Tegal pada Senin (2/2/2026) pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, yang memicu longsor dan kerusakan rumah warga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait