Paska Banjir Bandang Pemalang, Jumlah Pengungsi Berkurang dan Aktivitas Berangsur Normal
BERTAHAN - Sejumlah warga terdampak banjir bandang sebagian masih berada di tempat pengungsian menunggu kondisi normal.--
PEMALANG, diswayjateng.com – Paska terjadi banjir bandang di dua wilayah Kecamatan Pulosari dan Moga Kabupaten Pemalang dari hari ke hari berangsur-angsur pulih. Kondisi tersebut ditandai dengan jumlah pengungsi berkurang dan warga yang terdampak banjir bandang mulai beraktivitas kembali.
Berdasarkan pantauan, saat ini warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka kembali ke rumah untuk membenahi rumahnya, akibat dampak banjir bandang yang terjadi pada Jumat tanggal 23 Januari 2026 lalu.
Berdasarkan data terbaru yang di rilis Pemerintah Kabupaten Pemalang penanganan banjir bandang di wilayah Kecamatan Pulosari dan Moga pada Senin malam, tanggal 2 Februari 2026 pukul 21.00, jumlah pengungsi berkurang dan yang tersisa tinggal 135 jiwa.
Jumlah itu ada sebanyak 47 jiwa masih berada di pengungsian terpusat atau komunal. Secara rinci ada 32 jiwa menempati Kantor Kecamatan Pulosari dan 15 jiwa di Mushola Nurul Iman. Sedangkan 88 jiwa lainnya masih mengungsi di rumah warga atau saudara, yang tersebar di Desa Sima Gintung dan wilayah sekitar di Kecamatan Pulosari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kondisi banjir bandang sudah berangsur-angsur mulai pulih. Beberapa hal yang dilakukan diantaranya pembersihan lahan dan pembuatan jembatan sementara.
Menurutnya untuk kondisi sekarang jumlah pengungsi berdasarkan data yang ada hingga tanggal 3 Februari 2026 pada pukul 18.00 total pengungsi tinggal 130 jiwa. Mereka berada di tempat pengungsian.
Masing-masing yang ada di Kantor Kecamatan Pulosari tinggal ada 32 jiwa, di Dusun Sawangan Desa Penakir ada 15 jiwa di Desa Sima ada 27 jiwa.
"Sedangkan warga Desa Penakir yang mengungsi di rumah saudara, di sekitar dan di luar Kecamatan Pulosari masih ada 56 jiwa, " katanya.
Dari hasil pantauan pemulihan paska bencana menunjukkan perkembangan positif. Ada sekitar 80 persen lokasi terdampak kini sudah dapat dilalui kendaraan. Bahkan aktivitas masyarakat pun sekarang sudah mulai berangsur normal.
Meski demikian sejumlah titik dampak banjir bandang di Pulosari dan Moga masih dilakukan pembersihan material lumpur dan kayu sisa banjir.
Sementara itu, pasca bencana banjir bandang ini jaringan listrik belum sepenuhnya pulih, terutama di Desa Penakir. Untuk jaringan air bersih, sebagian wilayah telah kembali normal.
Pemerintah daerah juga masih melakukan distribusi logistik dan air bersih, serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Pada Selasa 3 Februari 2026, pemerintah juga melanjutkan pemasangan pondasi jembatan darurat, pembersihan dan pelebaran alur sungai di satu titik, serta pembersihan area terdampak bencana.
Seperti diketahui, banjir bandang yang melanda wilayah Pulosari dan Moga terjadi pada Jumat 23 Januari 2026 lalu, dipicu hujan dengan intensitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








