Banjir Kembali Rendam Siwalan Pekalongan, 129 Warga Desa Pait Mengungsi
Anggota Polres Pekalongan mengevakuasi warga Desa Pait Siwalan, Kamis 5 Februari 2026-Polres Pekalongan -
PEKALONGAN, diswayjateng.com — Curah hujan tinggi kembali memicu banjir di wilayah Kecamatan Siwalan, Kabupaten PEKALONGAN. Sejumlah permukiman warga di Desa Pait terendam air sejak Kamis (5/2/2026) pagi, memaksa ratusan warga dievakuasi ke 3 lokasi pengungsian.
Tim gabungan TNI-Polri bersama relawan bergerak cepat menyisir kawasan terdampak untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Proses evakuasi dipusatkan di tiga dukuh yang dilaporkan mengalami genangan terparah, yakni Dukuh Tugurejo, Dukuh Babadan, dan Dukuh Grabyag.
Di tiga lokasi tersebut, ketinggian air mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter dan terus meningkat seiring hujan yang turun sejak dini hari.
Humas polres Pekalongan, Ipda Warsito menjelaskan, evakuasi tersebut dimulai sejak pagi hari, dipimpin oleh Kapolsek Sragi AKP Turkhan dengan melibatkan personel lintas instansi, mulai dari TNI, Tagana, SAR, hingga PMI.
"Pagi ini, sejak pukul 05.00 wib, anggota Polsek Sragi bersama tim gabungan telah terjun ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Pait. Langkah ini diambil karena debit air terus meningkat akibat curah hujan yang tinggi sejak dini hari," ujar Warsito saat dikonfirmasi.
Hingga siang hari, sedikitnya 129 warga berhasil dievakuasi dan ditempatkan di sejumlah posko darurat yang telah disiapkan pemerintah setempat.
Berdasarkan data di lapangan, para pengungsi tersebar di tiga titik utama, yakni Posko Lokatex Pait yang menampung 79 orang atau sekitar 30 kepala keluarga asal Dukuh Tugurejo. Sementara itu, Posko UPT Dindik Siwalan menampung 36 orang dari 16 kepala keluarga asal Dukuh Grabyag. Adapun Posko Kecamatan Siwalan menampung 14 orang pengungsi.
"Total ada puluhan rumah yang terdampak di tiga dukuh tersebut. Prioritas evakuasi kami berikan kepada lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya," tambahnya.
Warsito memastikan kondisi para pengungsi hingga saat ini terpantau aman dan sehat. Petugas kesehatan juga disiagakan untuk melakukan pemantauan rutin di seluruh lokasi pengungsian.
Meski sebagian warga telah dievakuasi, aparat kepolisian masih berjaga di wilayah banjir untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air. Pasalnya, cuaca di Kecamatan Siwalan masih dilaporkan gerimis.
"Kami mengimbau warga yang masih bertahan di rumah agar tetap waspada dan segera melapor kepada petugas jika air terus naik. Personel gabungan masih tetap bersiaga di lokasi untuk memantau situasi keamanan dan keselamatan warga," pungkas Ipda Warsito.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
