Tiga Hari Melawan Arus Sungai, Warga Tambaksari Kembali Menyatu Setelah Terisolasi Sungai Beringin

Tiga Hari Melawan Arus Sungai, Warga Tambaksari Kembali Menyatu Setelah Terisolasi Sungai Beringin

JEMBATAN DARURAT: Warga melintasi jembatan dadurat di kampung Tambaksari RW7, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Jembatan darurat yahgvterbuat dari bambu ini akhirnya bisa dilintasi warga. Sebelumnya jembatan swadaya yang dibangun wa-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, diswayjateng.id — Hasil kerja keras dari gotong royong warga Tambaksari akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari berjibaku dengan arus Sungai Beringin, warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, akhirnya bisa bernapas lega. 

 

Sebuah jembatan darurat berbahan bambu rampung dibangun dan mulai digunakan pada Selasa petang, 3 Februari 2026.

Jembatan sederhana itu kini menjadi penghubung vital bagi warga RT 6 hingga RT 9 yang sebelumnya terisolasi akibat robohnya jembatan lama. 

 

Akses yang sempat terputus total, memaksa warga menggunakan gethek dan perahu untuk bekerja, bersekolah, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini kembali terbuka. 

 

Robohnya jembatan penghubung pada Kamis 15 Februari 2026 lalu mengubah rutinitas warga secara drastis. Sungai Beringin yang biasanya hanya dilintasi beberapa langkah, mendadak menjadi penghalang besar. 

 

Anak-anak sekolah harus menunggu perahu, pekerja harus menyesuaikan jam berangkat, dan warga lanjut usia memilih bertahan di rumah. 

 

Tak ingin berlarut dalam keterisolasian, warga pun berinisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya. Bambu-bambu besar dikumpulkan, papan dipasang sebagai alas, dan tali pengikat dirangkai dengan perhitungan matang. 

 

Proses pembangunan dilakukan sejak Minggu, 1 Februari 2026 dilanjutkan lembur hingga sore hari, lalu difinishing pada Senin dan Selasa. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: