Ironi di Lereng Slamet, Desa dan Wisata Guci Tegal Krisis Air Bersih

Ironi di Lereng Slamet, Desa dan Wisata Guci Tegal Krisis Air Bersih

BANTUAN - Sejumlah warga mengantre bantuan air bersih dari PMI di Desa Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Minggu (1/2/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com - Ironi pahit tengah dirasakan warga Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Berada di lereng Gunung Slamet yang dikenal kaya mata air, justru warga setempat kini dilanda krisis air bersih. Sejak banjir bandang menerjang kawasan wisata Guci beberapa waktu lalu, sumber kehidupan itu seolah lenyap tanpa sisa.

Banjir bandang menghancurkan jaringan pipa paralon milik warga yang selama ini mengalirkan air dari sumber mata air di Guci. Pipa-pipa tersebut terseret derasnya arus, meninggalkan warga tanpa pasokan air untuk kebutuhan paling dasar: mandi, mencuci, hingga memasak.

“Kami benar-benar kesulitan. Sejak pipa rusak diterjang banjir, air sama sekali tidak mengalir. Untuk kebutuhan sehari-hari terpaksa menunggu bantuan,” ujar Taufik, salah satu warga Desa Guci, Minggu (1/2/2026).

Krisis air bersih ini tak hanya menghantam permukiman warga. Sejumlah hotel, vila, dan penginapan di kawasan objek wisata Guci juga ikut terdampak.

Biasanya, pelaku usaha wisata memanfaatkan air panas dari Pancuran 13 Guci yang dialirkan menggunakan pipa paralon untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Namun kini, fasilitas tersebut ikut lumpuh.

“Kondisi ini sangat memukul. Wisatawan tetap datang, tapi kami kesulitan menyediakan air bersih. Kalau dibiarkan berlarut, pariwisata Guci bisa terganggu,” keluh salah satu pengelola penginapan.

Di tengah kondisi darurat tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal turun tangan menyalurkan bantuan air bersih. 

Sejak 27 Januari hingga 1 Februari 2026, PMI telah mendistribusikan 48 ribu liter air bersih ke kawasan objek wisata Guci dan Dukuh Kalitus, Desa Guci.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menjelaskan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap menggunakan armada tangki air.

“Total air bersih yang kami salurkan sebanyak 48.000 liter atau 12 tangki. Bantuan ini menyasar 83 kepala keluarga dengan total 355 jiwa. Rinciannya, laki-laki 156 jiwa dan perempuan 199 jiwa, seluruhnya berada di RT 04 RW 02 Desa Guci,” jelas Iman.

Ia menegaskan, PMI hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi krisis.

“Kami bersinergi dengan Sibat Desa Guci, PMI Kabupaten Tegal, dan Pemerintah Desa Guci. Selama kondisi belum normal, PMI siap terus membantu sesuai kemampuan yang ada,” tegasnya.

Bagi warga, bantuan air bersih tersebut menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan. Namun mereka berharap, pemerintah segera melakukan penanganan permanen agar krisis air bersih tak terus berulang setiap bencana datang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: