30 Pengurus OSIS Masa Jihad 2025/2026 SMPIT Luqman Al Hakim Tegal Dilantik

30 Pengurus OSIS Masa Jihad 2025/2026 SMPIT Luqman Al Hakim Tegal Dilantik

LANTIK - Kepala SMPIT LH melantik pengurus OSIS masa jihad 2025/ 2026.--

SLAWI, diswayjateng.com - Pengurus OSIS masa jihad 2025/2026 SMPIT Luqman Al Hakim Kabupaten Tegal dilantik. Kegiatan pelantikan digelar di lapangan sekolah dengan jumlah peserta didik yang dilantik berjumlah 30 pengurus, terdiri dari 12 Ihwan dan 18 Akhwat. 

Kepala SMPIT LH, Anita Triyastuti, S.Si menyatakan tujuan pelantikan pengurus OSIS adalah pengurus mampu melaksanakan visi, misi dan program kerja dalam rangka peningkatan kualitas skill dalam berorganisasi.

"Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan ikrar, serah terima jabatan dari kepengurusan masa jihad 2024/2025 kepada kepengurusan masa jihad 2025/2026 dan penandatanganan berita acara pelantikan," ujarnya, Senin (2/2).

Pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus OSIS masa jihad 2024/2025 yang telah melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati dan sudah banyak hal baik yang dilaksanakan oleh pengurus OSIS lama.

"Istilah yang kita gunakan adalah "Masa Jihad". Jihad di sini adalah Jihadul Muqawwamah (perjuangan menegakkan nilai). Di tahun 2025/2026 ini, tantangan kalian berbeda. Godaan teknologi, kemalasan, dan penurunan moral ada di depan mata," terangnya.

Pihaknya berharap pengurus yang baru agar menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya. Berkarya dengan sebaik mungkin untuk kemajuan di SMP IT Luqman Al Hakim.

"Pelantikan ini bukan sekedar seremonial namun sebuah simbolis pengalihan jabatan, pengalihan amanah baru dari pengurus OSIS lama kepada pengurus yang baru, dan ini bukan tanggung jawab yang mudah dan bukan tanggung jawab sederhana," ungkapnya.

Dia berharap pengurus baru bisa mengemban kepemimpinan, tanggung jawab bagaimana pengurus OSIS baru mampu membesarkan OSIS SMP IT Luqman Al Hakim melalui program kerja visi misi yang sudah diprogramkan.

"Kami juga menitipkan tiga pesan utama yaitu Jadilah Qudwah (teladan) sebelum memerintah, luruskan niat (tajdidun niyat), dan bangun kolaborasi bukan kompetisi," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: