Sering Tanya Tentang Olin, Korban Perampokan Sadis di Rumah Juragan Sate Keluar dari ICU RS Simo Boyolali
KONDISI : Kondisi Daryanti yang terbaring di RS Simo. Foto Daryanti diperlihatkan kepada wartawan Disway Jateng oleh seorang kerabat. Foto : Erna Yunus Basri--
BOYOLALI, diswayjateng.com - Saksi kunci, sekaligus korban perampokan sadis di rumah juragan sate di Karanggede, Kabupaten Boyolali Daryanti (33) telah diperbolehkan keluar dari ruang ICU RS Simo, Boyolali.
Keterangan kerabat yang juga orang pertama membantu korban usai peristiwa mengerikan akhir bulan Januari 2026, Ngatirin (53) menyebutkan, kondisi Daryanti semakin membaik.
"Karena kondisinya semakin membaik, Daryanti diperbolehkan keluar dari ruang ICU kemarin, Minggu 1 Februari 2026 sore. Saat ini, Daryanti dirawat di ruang perawatan kelas I RS Simo," ungkap Ngatirin kepada wartawan Disway Jateng, Senin 2 Februari 2026.
Ngatirin menyebutkan, secara fisik tubuh Daryanti menunjukkan perkembangan yang baik. Bahkan, sudah dapat menerima asupan makan.
Daryanti sempat menerima sekitar 58 jahitan di leher bekas sayatan menggunakan pisau cutter bekas milik pelaku.
BACA JUGA: Perampokan Sadis di Rumah Juragan Sate di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas, Sang Ibu Kritis
BACA JUGA: Update Perampokan di Rumah Juragan Sate di Boyolali, Motif Awal Diduga Hutang Piutang
Ruang kelas I yang ditempati Daryanti, masih dijaga ketat Kepolisian. Jika bukan kerabat sedarah, tidak ada yang diperbolehkan membezuk.

Ngatirin mengisahkan, jika suami korban Purwanto pun telah bertemu Daryanti. Namun memang pihak kelurga diminta tidak memberikan keterangan yang berlebihan kepada Daryanti dikhawatirkan kondisinya kembali menurun.
"Sepertinya ada benturan di kepala Daryanti, jadi kalau duduk dia pusing," ujarnya.
Ngatirin pun menyampaikan, jika Daryanti selalu menanyakan keberadaan anak bungsunya AO alias Olin (5) yang telah meninggal dunia.
BACA JUGA: Dir Reskrim Polda Jateng Datangi TKP Rumah Juragan Sate di Boyolali, Sempat Sebut Pembunuhan Berencana
Seperti diketahui, Olin menjadi korban pembunuhan dan meninggal dunia dikamar mandi saat aksi perampokan sadis dilakukan pelaku tunggal Agus Ratmano, warga Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali yang tak lain tetangga korban sendiri.
"Selalu tanya kondisi Olin, Olin mana, Olin mana. Ya karena kita sudah mendapatkan arahan dari dokter untuk menjaga psikisnya sehingga kita diminta mengalihkan hal-hal yang tidak mengguncang jiwanya saat ini," terang Ngatirin.
Ia menambahkan, psikolog dari RS Simo juga telah menyampaikan kepada keluarga korban jika waktunya tiba untuk menyampaikan sebenar-benarnya terkiat Almarhum Olin kepada Daryanti yang berhak dan berwenang adalah suaminya, Purwanto.
BACA JUGA: Ditangkap di Kudus, Pelaku Perampokan Sadis di Rumah Juragan Sate di Boyolali Pemuda 30 Tahunan
BACA JUGA: Pelaku Perampokan Sadis di Rumah Juragan Sate di Boyolali Diduga Tetangga Korban Sendiri
Sementara, kondisi Purwanto dan anak sulungnya saat ini diakui Ngatirin telah berangsur-angsur dapat menerima kenyataan.
Bahkan, kesepakatan keluarga jika rumah tempat kejadian perampokan sadis akhir Januari 2026 lalu itu akan tetap digunakan untuk tempat tinggal tidak akan dikosongkan.
"Sempat ada pembicaraan keluarga, kalau Daryanti pulang akan tinggal ditempat Mbah saja, tapi kemudian diputuskan akan tetap tinggal di rumah itu," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rumah juragan sate disatroni pelaku Agus Ratmano yang merupakan tetangga korban karena kesal selalu ditagih hutang oleh korban Daryanti.
Usai menganiaya dan membunuh Olin bocah 5 tahun anak korban Daryanti Agus Ratmano melarikan diri menggunakan motor Scoopy menuju Kudus.
Namun kurang dari 24 jam usai kejadian Agus ditangkap di sebuah Komplek pemukiman oleh tim gabungan Reskrim Polres Kudus, Reskrim Polres Boyolali dan Jatanras Dit Reskrimmum Polda Jateng.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: