Hanya 10 dari 26 TPS3R di Semarang Berfungsi Optimal, DLH Siapkan Pendampingan Intensif 2026

Hanya 10 dari 26 TPS3R di Semarang Berfungsi Optimal, DLH Siapkan Pendampingan Intensif 2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Arwita Mawarti menyampaikan Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Kota Semarang belum berjalan optimal. -Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Kinerja Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Kota Semarang belum berjalan optimal. Dari total 26 TPS3R yang telah dibangun, baru sekitar 10 unit yang dinilai beroperasi dengan baik, sementara sisanya masih menghadapi berbagai kendala pengelolaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Arwita Mawarti, mengatakan persoalan utama belum maksimalnya TPS3R terletak pada pengelolaan di tingkat masyarakat.

Menurutnya, TPS3R merupakan fasilitas berbasis partisipasi warga sehingga keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat setempat.

“TPS3R ini tidak bisa sepenuhnya digerakkan pemerintah. Kalau masyarakatnya kurang bersemangat, tentu pengelolaannya tidak akan maksimal,” kata Arwita, Jumat 30 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dari 26 TPS3R yang ada saat ini, hanya sekitar 10 unit yang dinilai berjalan paling optimal. Sementara itu, sejumlah TPS3R lainnya masih belum berfungsi maksimal, termasuk lima lokasi yang baru selesai dibangun pada 2025 dan belum beroperasi penuh.

“Ada yang masih proses penyesuaian, ada juga yang memang belum jalan karena baru dibangun tahun lalu,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kinerja TPS3R, DLH Kota Semarang berencana menerapkan pola pendampingan intensif mulai 2026. Skema tersebut akan meniru sistem pendampingan yang selama ini diterapkan pada bank sampah.

“Nanti akan ada personel khusus yang mendampingi TPS3R secara rutin, seperti pendamping bank sampah. Pendamping ini juga wajib membuat laporan perkembangan secara berkala ke DLH,” jelas Arwita.

Selain pendampingan, DLH juga menyiapkan dukungan berupa pelatihan, fasilitasi, serta pemenuhan kebutuhan sarana pendukung TPS3R. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat agar berjalan lebih konsisten dan berkelanjutan.

“Kami siap memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitas yang dibutuhkan. Harapannya TPS3R bisa benar-benar menjadi solusi pengurangan sampah di Kota Semarang,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: