Istri Wagub Jateng Bagi bagi Ayam Petelor ke Warga Kudus, Apa Tujuannya
Ketua Tim PKK Jateng dan Ketua Tim PKK Kudus mengambil telur hasil peternakan warga Desa Tergo. --
KUDUS, diswayjateng.id- Gerakan Ibu dan Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) dan Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat (Ketapang Mas), kini masif dikampanyekan di wilayah Jawa Tengah khususnya di Kabupaten KUDUS.
Kampanye dua program cerdas yang digagas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jateng, kali ini menyasar warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kudus.
Dalam agenda itu, Tim PKK Jateng dan tim PKK Kudus membagikan bantuan bibit tanaman, ayam petelur beserta kandangnya kepada ibu ibu warga desa setempat. Bantuan itu diharapkan memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Setiap keluarga di Desa Kandangmas menerima lima ekor ayam lengkap dengan kandang dan pakan awal. Selanjutnya juga pendampingan dari dinas terkait.
Program peternakan ayam petelur ini, menyasar keluarga warga Desa Kandangmas yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori kemiskinan.
Rangkaian kegiatan lainnya, penanaman ratusan bibit pohon bersama kalangan kader PKK di Kecamatan Dawe. Bibit pohon tersebut merupakan bantuan dari program CSR Djarum Foundation.
Dalam kegiatan itu, Ketua Tim PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, mengajak kader PKK melakukan penanaman pohon secara masif di setiap halaman rumah. Langkah itu sebagai bagian upaya mitigasi bencana banjir.
Nawal memaparkan, Tim PKK Jateng memiliki program unggulan Rabu Pon. Selain memperkuat ketahanan pangan, program tersebut juga bertujuan untuk mitigasi bencana di daerah rawan.
Keterlibatan kader PKK dalam upaya mitigasi bencana di Jawa Tengah, kata Nawal, merupakan arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
“Kita pastikan bahwa di halaman kita sudah tertanam pohon-pohon untuk memenuhi resapan air,” ujar Nawal, saat membuka kegiatan Gerakan Rabu Pon, di Balai Desa Kandangmas Kudus, Selasa (27/1/2026). 
Ketua Tim PKK Jateng Nawal Arafah membagikan ayam petelor kepada warga Kudus. --
Jateng Dilanda Bencana
Memasuki musim penghujan saat ini, imbuh Nawal, wilayah Jateng sangat rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
"Karena itu, pohon-pohon yang ditanam di halaman rumah bisa menyerap air hujan, sehingga tidak terjadi genangan, " tukas istri Wagub Jateng ini.
Terlebih sepanjang 2025, Jawa Tengah mengalami 361 bencana dan 2.716 kejadian. Meliputi banjir, rob, longsor, pohon tumbang, kebakaran dan cuaca ekstrem.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: