Dari Dapur Umum hingga Trauma Healing, Bhayangkari Bantu Korban Banjir Kudus

Dari Dapur Umum hingga Trauma Healing, Bhayangkari Bantu Korban Banjir Kudus

Bhayangkari terlibat langsung dalam pengelolaan dapur umum di lokasi pengungsian. --

KUDUS, diswayjateng.com - Di tengah banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten KUDUS, memaksa kehadiran dan peran Bhayangkari turun langsung membantu warga terdampak bencana. Melalui kegiatan dapur umum, pembagian sembako serta trauma healing bagi anak-anak, para istri polisi ini hadir di lokasi pengungsian. Yakni di Balai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, KUDUS.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang saat ini masih berada di pengungsian, " ujar Ketua Bhayangkari Cabang Kudus, Ny. Raja Dona Heru. 

Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari menyalurkan bantuan dan terlibat langsung dalam pengelolaan dapur umum. 

Sejak pagi hari, Bhayangkari memasak dan menyiapkan makanan bagi para pengungsi. Makanan kemudian disajikan untuk makan siang dengan menu sederhana. 

Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, Bhayangkari Kudus juga memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak pengungsi. 

Melalui kegiatan trauma healing, berbagai permainan dan aktivitas edukatif dilakukan, agar anak-anak tetap ceria dan tidak larut dalam kondisi trauma akibat bencana banjir. 

“Anak-anak menjadi perhatian kami. Kami ingin mereka tetap tersenyum dan tidak mengalami trauma berkepanjangan meski sedang berada di pengungsian,” kata. Ny. Raja Dona Heru. 
Bhayangkari melakukan pemulihan psikologis anak anak korban banjir di lokasi pengungsian.--

Bhayangkari juga menyerahkan bantuan sembako. Diantaranya berupa beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung operasional posko pengungsian. 

Kegiatan sosial ini tidak hanya dilakukan di Balai Desa Gulang, namun menyasar lokasi pengungsian lainnya di wilayah Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Kepala Desa Gulang, Aris Subkhan, mengapresiasi kepedulian Bhayangkari Cabang Kudus yang hadir langsung membantu warganya. 

Ia menyebut, jumlah pengungsi di Balai Desa Gulang tercatat sebanyak 216 orang dan seluruhnya dalam kondisi sehat.

“Kehadiran Bhayangkari yang turun langsung memasak dan mendampingi warga ini sangat membantu kami. Warga merasa diperhatikan dan terbantu,” ujarnya.

Aris menambahkan, para pengungsi berasal dari sejumlah desa terdampak banjir. Meliputi Desa Ngemplak, Karangrawo, Karanganyar, Payaman, hingga wilayah Kirig. 

Banjir di wilayah tersebut telah berlangsung sekitar delapan hari, sehingga warga masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait