Digembleng di Mabes Polri, 10 Pejabat Kabupaten Tegal Jalani Uji Kompetensi, Sinyal Pergeseran
ASESMEN - Sepuluh Pejabat PTP mengikuti asesmen kompetensi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/1/2025).--
JAKARTA, diswayjateng.com – Pemerintah Kabupaten Tegal mulai tancap gas melakukan pembenahan birokrasi. Sebanyak 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) Kabupaten Tegal digembleng melalui asesmen kompetensi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemkab dalam memperkuat kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
Asesmen tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pejabat eselon II, guna memastikan setiap perangkat daerah diisi oleh figur yang tepat, kompeten, dan siap menjawab tantangan pembangunan daerah.
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal, Ahmad Kholid, menegaskan bahwa asesmen bukanlah sesuatu yang luar biasa, melainkan mekanisme normal dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Asesmen ini adalah hal yang biasa. Mudah-mudahan bisa diikuti dengan baik, karena ini sesuatu yang penting buat kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati guna menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Tegal semakin baik,” ujarnya.
Ia menekankan, tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks dan membutuhkan sinergi serta kebersamaan seluruh perangkat daerah. Tanpa soliditas, program pembangunan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.
“Program-program ke depan harus berjalan dengan baik dan bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk Kabupaten Tegal. Tugas kami banyak, sehingga kami membutuhkan kebersamaan dari semua perangkat daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Ahmad Kholid juga meminta seluruh peserta asesmen untuk menjalaninya dengan tenang tanpa rasa cemas. Menurutnya, jabatan apa pun merupakan amanah mulia yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Saya berharap asesmen ini dijalankan dengan baik, dengan tenang. Tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan, karena posisi apa pun adalah sesuatu yang mulia,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, yang turut menjadi peserta asesmen, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika birokrasi.
“Sebenarnya asesmen ini sesuatu yang lumrah dan biasa dilakukan. Karena ini perintah dari Bupati, maka saya dan teman-teman semuanya mengikuti asesmen ini untuk mengevaluasi jabatan kita masing-masing,” ujar Sekda.
Ia berharap hasil asesmen dapat menjadi bahan pertimbangan objektif bagi pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan strategis, termasuk penataan jabatan ke depan.
“Dengan adanya asesmen ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi obyektif bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: