Pendapatan Daerah Semarang 2025 Tembus Rp5,81 Triliun, PAD dan Transfer Jadi Penopang Utama

Pendapatan Daerah Semarang 2025 Tembus Rp5,81 Triliun, PAD dan Transfer Jadi Penopang Utama

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Praestuti menyampaika anggaran 2025 menunjukkan tren positif dengan capaian Rp5,81 triliun atau 92,22 persen dari target APBD.-Dok pemkot semarang-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Kinerja keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan tren positif. Hingga akhir tahun, realisasi pendapatan daerah Semarang 2025 mencapai Rp5,81 triliun atau 92,22 persen dari target anggaran sebesar Rp6,30 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat Rp5,73 triliun atau 88,69 persen dari total anggaran Rp6,46 triliun, menandakan pengelolaan fiskal yang relatif seimbang antara pendapatan dan pengeluaran.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan capaian tersebut mencerminkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang semakin terukur, akuntabel, serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Realisasi pendapatan dan belanja tahun 2025 menunjukkan bahwa APBD Kota Semarang dikelola secara hati-hati, namun tetap responsif terhadap kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Agustina.

PAD Capai Rp3,42 Triliun

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Semarang berhasil membukukan realisasi sebesar Rp3,42 triliun atau 87,67 persen dari target Rp3,90 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah dengan realisasi Rp2,74 triliun atau 88,57 persen.

Selain itu, retribusi daerah menyumbang Rp556,22 miliar atau 79,99 persen dari target yang ditetapkan. Adapun pos lain-lain PAD yang sah mencatatkan kinerja di atas ekspektasi dengan capaian 130,61 persen, melampaui target anggaran.

Agustina menjelaskan, capaian PAD tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Pemkot Semarang dalam memperkuat basis pendapatan tanpa menambah beban masyarakat.

“Optimalisasi pendapatan dilakukan melalui perbaikan sistem, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta penguatan layanan publik,” katanya.

Pendapatan Transfer Hampir 100 Persen

Selain PAD, pendapatan transfer juga menjadi penopang penting keuangan daerah. Realisasi pendapatan transfer mencapai Rp2,36 triliun atau 99,62 persen dari total anggaran, sehingga memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam membiayai berbagai program prioritas.

Di sisi belanja, realisasi sebesar 88,69 persen dinilai mencerminkan belanja yang terkendali dan tepat sasaran. Pemkot Semarang, kata Agustina, akan terus menjaga efisiensi belanja tanpa mengurangi kualitas pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Efisiensi tetap kami lakukan seiring dengan peningkatan kualitas pembangunan dan layanan publik, agar manfaat APBD benar-benar dirasakan warga,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: