Banjir Roban Barat, Warga Gotong Royong Selamatkan 4 Kapal Hanyut

Banjir Roban Barat, Warga Gotong Royong Selamatkan 4 Kapal Hanyut

tangkapan layar video warga Roban barat mengevakuasi kapal nelayan yang hanyut karena banjir-IST-

BATANG, diswayjateng.com - Banjir besar menerjang kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Roban Barat dan Roban Timur, Kabupaten Batang, hingga mengakibatkan empat kapal nelayan rusak. Bahkan, satu di antaranya tenggelam.

Banjir Sungai Boyo Roban Barat itu terjadi usai hujan lebat disertai air kiriman dari hulu pada Minggu 18 Januari 2026.

Banjir Sungai Boyo Roban Barat terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan langsung menyebabkan arus sungai meluap deras ke area tambatan kapal nelayan.

Kepala Desa Roban Barat, Rusbad, membenarkan banjir Sungai Boyo Roban Barat tersebut dan menyebut kejadian berlangsung cepat sehingga banyak nelayan tidak sempat mengamankan armada mereka.

BACA JUGA: Minim Koordinasi, DPRD Batang Soroti Proyek Jaringan Gas APBN

BACA JUGA: Tanggap Darurat Banjir Batang, SPPG Kompak Turun Gunung Bagi 1.000 Bungkus Nasi

"Banjir Sungai Boyo Roban Barat dipicu hujan lebat berjam-jam ditambah kiriman air dari wilayah hulu yang membuat debit Sungai Boyo melonjak drastis,"tuturnya di kantornya, Senin 19 Januari 2026.

Dalam laporan resmi desa, banjir Sungai Boyo Roban Barat menyebabkan sejumlah kapal nelayan hanyut, rusak, bahkan tenggelam, dengan kerugian yang tidak kecil bagi warga.

Di PPI Roban Barat, tercatat empat kapal nelayan terdampak banjir Sungai Boyo Roban Barat, masing-masing milik Suyitno, Casirin, Teguh Purnomo, dan Rapian.

Hingga Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB, tiga kapal berhasil dievakuasi secara gotong royong oleh warga dan nelayan setempat meski kondisi arus sungai masih cukup deras.

BACA JUGA: Banjir di Batang, Kapolres AKBP Veronica Pastikan Kesehatan Warga hingga Dapur Umum Dinsos

BACA JUGA: Jalan Pantura Batang Berlubang, Dua Sepeda Motor Kecelakaan di Waktu Berdekatan

Satu kapal milik Rapian masih dalam proses evakuasi karena posisinya tersangkut dan sebagian badan kapal sudah terendam lumpur sungai.

“Kami gotong royong sejak pukul 02.30 sampai sekitar 06.30 pagi,” ujar Rusbad.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: