Diduga Terseret Banjir, Pria Asal Demak Tewas di Sungai Kota Pati
Jasad Ngasimin ditemukan di tepi sungai Kota Pati dan diduga terseret arus banjir.--
PATI, diswayjateng.com - Seorang pria asal Kabupaten Demak ditemukan tewas di tepi sungai Kota Pati. Diduga korban terseret arus banjir di Sungai Bedah Desa Purworejo Kota Pati.
Korban diketahui bernama Ngasimin (34), warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penemuan jasad pada Sabtu (17/1/2026) tersebut, pertama kali dilaporkan warga sekitar lokasi kepada aparat desa sebelum diteruskan ke kepolisian.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.50 WIB, dalam kondisi mengapung di pinggir sungai. Informasi itu selanjutnya dilaporkan ke perangkat desa dan Bhabinkamtibmas.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Pati Kota, Sat Samapta, Pamapata serta Satreskrim Polresta Pati langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi berkoordinasi dengan BPBD Pati serta tim relawan untuk melakukan evakuasi jenazah.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati, untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskesmas Pati.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota IPTU Heru Purnomo menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka lecet pada tubuh korban. Luka itu diduga akibat benturan dengan lingkungan sekitar sungai.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” tegas IPTU Heru Purnomo. 
Hasil pemeriksaan terhadap jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.--
Berdasarkan keterangan dokter, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Identitas korban juga masih melekat pada pakaian saat ditemukan, sehingga memudahkan proses identifikasi oleh petugas.
“Identitas korban lengkap dan masih berada di saku celana, sehingga proses identifikasi berjalan cepat,” jelasnya.
Heru Purnomo mengaku bahwa pihak keluarga telah memberikan keterangan kepada polisi. Berdasarkan informasi dari keluarga, korban sempat mengeluhkan masalah pribadi sebelum kejadian.
“Keluarga menyampaikan bahwa korban sempat mengalami tekanan psikologis terkait persoalan pribadi,” ungkap Kapolsek.
Pihak kepolisian telah melakukan seluruh prosedur kepolisian. Yakni mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi hingga koordinasi dengan tim Inafis dan Satreskrim Polresta Pati.
Setelah proses medis selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: