Ditinggal Mengungsi Warga, Polres Kudus Patroli Kampung Terdampak Banjir
Polres Kudus menyiagakan sarana dan prasarana pendukung untuk menghadapi kemungkinan evakuasi warga.--
KUDUS, diswayjateng.com- Sejumlah wilayah di Kudus terendam banjir dan membuat sebagian masyarakat memilih bersiaga dan sebagian lainnya meninggalkan rumah untuk mengungsi.
Di Desa Setrokalangan, banjir merendam area persawahan seluas 33 hektare dengan ketinggian air 30 hingga 60 sentimeter.
Sementara itu, Desa Garung Kidul menjadi wilayah terdampak terluas dengan genangan mencapai 118 hektare sawah.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kedungdowo dengan luas genangan meningkat menjadi 59 hektare dan tinggi air mencapai 70 sentimeter.
Tidak hanya lahan pertanian, banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Setrokalangan. Sebanyak 32 rumah di RT 01, 02, dan 03 RW 02 terendam air setinggi sekitar 30 sentimeter.
Untuk akses jalan, jalur Desa Dukuh Karangturi, Desa Garung Kidul, tidak dapat dilalui kendaraan akibat ketinggian air mencapai satu meter.
Sementara beberapa ruas jalan desa lainnya masih bisa dilalui meski tergenang air. Kondisi tersebut terpantau hingga Jumat (16/1/2026) malam. 
Polres Kudus mengerahkan personel untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga terdampak banjir. --
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, pihaknya meningkatkan kesiapsiagaan personel untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
Patroli dilakukan secara rutin, baik pada siang maupun malam hari.
“Kami melaksanakan patroli secara intensif siang dan malam di lokasi-lokasi terdampak banjir. Fokusnya pengamanan permukiman warga, antisipasi gangguan kamtibmas, sekaligus memantau perkembangan debit air,” kata AKBP Heru.
Selain patroli, Polres Kudus juga menyiagakan sarana dan prasarana pendukung untuk menghadapi kemungkinan evakuasi warga.
“Kami sudah menyiagakan kendaraan dinas serta perahu di sejumlah titik banjir. Ini sebagai langkah kesiapan apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi warga terdampak menuju lokasi pengungsian,” ujarnya.
AKBP Heru juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama terhadap potensi bahaya listrik dan keselamatan anak-anak.
“Kami minta warga berhati-hati terhadap instalasi listrik, tidak membiarkan anak-anak bermain di genangan atau sungai, serta segera melapor kepada petugas jika kondisi air meningkat,” tambahnya.
Di sisi lain, warga terdampak banjir menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran aparat kepolisian di tengah kondisi darurat.
Salah seorang warga, Suyanto (45), mengaku merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin dari petugas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang siang malam patroli. Kehadiran polisi membuat kami merasa aman, apalagi rumah ada yang kami tinggalkan,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Windarti (38), warga lainnya. “Terima kasih kepada Polres Kudus yang sudah siaga dan menyiapkan perahu untuk evakuasi. Kami jadi lebih tenang karena ada yang membantu kalau sewaktu-waktu air naik,” katanya.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan korban jiwa akibat banjir di Kecamatan Kaliwungu.
Aparat gabungan dari Polsek Kaliwungu, TNI, tenaga kesehatan, serta relawan kebencanaan masih disiagakan untuk mengantisipasi banjir susulan, mengingat wilayah terdampak berada di dataran rendah dan di sepanjang aliran Sungai Wulan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

