Polres Kudus Terbitkan Kebijakan Nekat, Izinkan Mobil dan Bus Medium Melintas ke Wisata Sunan Muria
Meskipun sebagian badan jalan longsor, namun ruas barat menuju kawasan makam Sunan Muria di Kudus bisa dilintasi mobil. --
KUDUS, diswayjateng.com – Polres Kudus mengizinkan mobil dan bus medium melintas ke wisata Sunan Muria. Yaitu akses jalan yang longsor dari arah Kudus menuju Desa Colo dan wisata religi makam Sunan Muria, diizinkan untuk dilintasi bus berukuran medium dan mobil roda empat.
Sedangkan untuk rute bus besar menuju kawasan wisata religi yang berada di Pegunungan Muria Kudus ini, melalui jalur timur dari Kecamatan Gembong Pati.
Sebelumnya kawasan tersebut yang kerap lalu lalang bus pengangkut rombongan peziarah dari berbagai daerah ini, aksesnya terpaksa ditutup untuk kendaraan akibat bencana longsor yang terjadi di Jembatan Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus.
Keberadaan jembatan tersebut merupakan akses utama menuju Makam Sunan Muria dari arah barat atau dari arah Kota Kudus.
Untuk bus besar dan truk tetap diarahkan untuk parkir di Terminal Bakalankrapyak yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu Kudus.
Di Terminal Bakalan Krapyak telah disediakan sutthle atau angkutan khusus pengantar para peziarah naik ke kawasan Pegunungan Muria.
“Untuk yang menggunakan medium bus, elf, dan kendaraan bermotor roda empat bisa melewati jalur barat,” ujar Kasatlantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean kepada wartawan pada Jumat (17/1/2026).
Sementara untuk kendaraan yang berasal dari arah timur utamanya dari Kota Paris, diperbolehkan naik hingga ke Terminal Wisata Colo melalui portal timur yang berada di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe Kudus. 
Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean berada di lokasi separuh badan jalan yang longsor. --
Diberitakan sebelumnya, longsornya jalan dan jembatan yang berada di depan portal retribusi wisata Desa Colo Kudus, tentu saja berdampak lalu lintas menuju kawasan wisata religi makam Sunan Muria.
Ratusan bus rombongan peziarah yang biasanya keluar masuk selama 24 jam dari kawasan wisata religi ini, kini tak bisa menjangkau area Terminal Wisata Colo.
Kondisi ini juga berpengaruh besar terhadap perekonomian para pedagang UMKM setempat.
Melihat kondisi itu, Muhammad Antono selaku anggota DPRD Kudus pun tergerak mengusulkan agar bus peziarah tetap diperbolehkan naik hingga di Kecamatan Dawe Kudus.
Sesuai usulan Antono, bus peziarah bisa diparkirkan di sejumlah halaman balai desa yang ada di wilayah Kecamatan Dawe.
Selanjutnya, para peziarah menuju lokasi makam menggunakan jasa ojek dan angkutan mobil kecil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: