Presiden Prihatin Bencana di Jepara, Perintahkan Kepala BNPB Benahi Longsor Desa Tempur
BNPB fokus membenahi kerusakan infrastruktur dan akses warga akibat bencana. --
JEPARA, diswayjateng.com - Kabupaten JEPARA menjadi wilayah terdampak bencana hidrometeorologi basah yang cukup signifikan di Jawa Tengah pada Januari 2026. Karena itu, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung meninjau longsor di Desa Tempur.
Perintah langsung dari Presiden Prabowo itu dilaksanakan Kepala BNPB Purn. Letjen Suharyanto dengan meninjau Desa Tempur yang berada di Pegunungan Muria pada Jumat, (16/1/2026).
Didampingi Wakil Ketua Komisi VIII DPR R1, Abdul Wachid, Wabup Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, BNPB Jateng dan Forkopimda, rombongan meluncur naik motor trail menuju lokasi terparah di Desa Tempur.
Berdasarkan data saat rapat mitigasi bencana dengan Forkopimda Jepara pada Senin (12/1/2026), tercatat 8 kecamatan terdampak. Daerah ini meliputi Keling, Donorojo, Kalinyamatan, Nalumsari, Mayong, Bangsri, Tahunan, dan Kembang.

BNPB fokus membenahi kerusakan infrastruktur dan akses warga akibat bencana. --
Setiba di lokasi, Kepala BPNB Letjen Suharyanto dan rombongan menuju sejumlah titik longsoran di Desa Tempur. Mereka mengunjungi 8 rumah warga desa setempat yang hancur terkena longsor.
Salah satunya mengunjungi rumah warga bernama Sujak (53) RT 01 RW 01. Dalam kesempatan itu, Suharyanto juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak longsor.
"Dari informasi yang kami terima, ada 8 rumah yang terkena longsor. Kmi di sini hadir atas perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo melihat kondisi Desa Tempur yang longsor," ujar Suharyanto.
Suharyanto berharap Pemkab Jepara segera merelokasi dan mencarikan tempat bagi delapan rumah warga terdampak longsor. Pihak BNPB siap membiayai pembangunan kembali rumah mereka.
"Penanganan longsor di Desa Tempur ini kan jangka pendek. Untuk jangka panjangnya, nanti dibuatkan beberapa rute untuk memudahkan warga beraktivitas,"ujarnya. 
Kepala BNPB Suharyanto menyusuri jalan setapak di lokasi longsor di Desa Tempur Jepara. --
Pembuatan Jalur Alternatif
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menjelaskan, jalan menuju Desa Tempur memang tidak layak dan membahayakan warga.
"Ada dua jalur alternatif yang bisa dilalui, lewat Desa Sumanding di Kecamatan Kembang Jepara, " terang Wachid
Menurut Wachid, jalur alternatif tersebut pernah diajukan pada rentang waktu 2019-2021, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.
Jika jalur itu milik Perhutani, maka Abdul Wachid segera berkoordinasi dengan Perhutani Provinsi JawaTengah dan Pusat, agar bisa digunakan sebagai akses jalan meski harus sewa lahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: