13 Kereta Api Masih Tertahan Dampak Luapan Air Kaliwungu–Kalibodri, KAI Daop 4 Semarang Percepat Normalisasi
Sebanyak 13 perjalanan kereta api masih tertahan akibat luapan air di jalur Kaliwungu–Kalibodri, Kendal.-Dok KAI Daop 4 Semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Sebanyak 13 perjalanan kereta api masih mengalami keterlambatan akibat luapan air di jembatan KA BH 111 KM 20+7/8 pada petak jalan Kaliwungu–Kalibodri, Kabupaten Kendal, hingga, Kamis, 15 Januari 2026 malam.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang terus memfokuskan upaya normalisasi jalur demi memulihkan operasional perjalanan kereta api secara aman.
Berdasarkan pantauan KAI Daop 4 Semarang per pukul 23.30 WIB, sejumlah KA baik arah hulu maupun hilir masih tertahan. Pada jalur tersebut, pasca luapan air ditemukan kondisi gogosan yang menyebabkan rel belum dapat dilalui.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa petugas di lapangan masih bekerja melakukan penanganan di sisi hulu dan hilir jembatan agar jalur dapat segera difungsikan kembali. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.
“Di tengah kondisi ini, KAI Daop 4 Semarang tetap berkomitmen menjaga pelayanan kepada pelanggan. Penumpang yang terdampak telah diberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Luqman Arif.
Ia menambahkan, KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan tersebut. KAI memastikan upaya percepatan normalisasi jalur terus dilakukan agar layanan kembali normal.
Adapun kereta api yang masih terdampak hingga malam hari terdiri atas KA genap dan ganjil. Pada KA genap, perjalanan yang mengalami keterlambatan antara lain KA Kertajaya, Argo Sindoro, Joglosemarkerto, Kaligung Fakultatif, Majapahit, Ciremai, dan Tawang Jaya. Sementara pada KA ganjil meliputi Kaligung Fakultatif, Harina, Brawijaya, Pandalungan, Semberani, serta Argo Sindoro.
Pantauan lebih rinci per pukul 23.00 WIB menunjukkan sejumlah KA mengalami keterlambatan dengan durasi bervariasi. Di jalur hulu, keterlambatan terjadi pada KA Kertajaya, Joglosemarkerto, Argo Sindoro, Kaligung Fakultatif, Majapahit, hingga Ciremai dengan waktu keterlambatan mulai dari puluhan hingga lebih dari 100 menit. Sementara di jalur hilir, keterlambatan tercatat pada KA Harina, Pandalungan, Brawijaya, dan Semberani.
KAI Daop 4 Semarang memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lokasi. Pelanggan diimbau untuk memantau informasi resmi melalui petugas stasiun, media sosial resmi KAI, serta Contact Center KAI 121 guna memperoleh informasi terkini terkait perjalanan kereta api.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

